Tips Memulai Bersepeda Turing

Ilustrasi via Total Women's Cycling.

Tengah tahun. Kalau saja di Eropa atau Amerika Utara, saat ini pasti sedang asyik-asyiknya liburan musim panas. Di Indonesia, saat ini masih membingungkan, antara sudah mulai musim kemarau atau masih ada sisa-sisa musim penghujan. Atau malah sudah masuk musim penghujan lagi? Tapi setidaknya, bagi yang masih mahasiswa, saat ini masih ada sedikit sisa liburan semesteran, sebelum mulai masuk kuliah lagi di pertengahan atau akhir Agustus.

Bersepeda turing bisa dilakukan siapa saja. Setidaknya, mereka bisa bersepeda dan mau membiasakan diri untuk menikmati waktu beberapa saat di atas sadel. Bisa juga dimulai dengan bersepeda di akhir minggu, tentu saja di hari Sabtu atau Minggu, atau malah berangkat di hari Sabtu, dan pulang lagi ke rumah di hari Minggu. Lalu, bagaimana selanjutnya? Apa saja yang perlu diperhatikan?

• Memilih sepeda yang tepat
Mountain bike dengan suspensi depan dan belakang tentu kurang tepat jika digunakan untuk bersepeda turing antar kota, apalagi jika yang dilewati adalah jalan utama atau jalan aspal. Namun untuk sepeda MTB hardtail dan suspensi depan di-lock mungkin masih lumayan lebih nyaman dipakai. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ada tidaknya fitur di frame untuk memasang rak, untuk kemudian digunakan untuk membawa barang bawaan.

Sepeda dengan frame dasar road bike lebih cocok digunakan. Selain lebih ramping, juga tapak bannya lebih sempit, sehingga lebih ringan. Namun mungkin berat bawaan maksimal yang bisa dibawanya tak bisa melebihi sepeda yang memang didesain untuk turing. Beberapa merk dari luar ada Surly atau Salsa. Sedangkan dari dalam negeri, baik Polygon maupun United sudah memiliki seri sepeda turingnya masing-masing.

• Ban, juga harus yang tepat guna
Ban dengan kembangan yang kasar tentu akan terasa sangat berat saat dipakai di jalan raya atau jalan aspal. Sebaliknya, ban dengan kembangan halus akan sangat sulit menapaki jalanan yang kasar (seandainya ada sebagian jalan yang dilalui memang kasar). Akan lebih tepat jika menggunakan ban yang diberi label seri atau model hybrid atau urban. Tak sehalus ban road, namun masih memiliki kembangan ban yang tak sekasar ban mountain bike. Lebih bagus lagi jika mau memakai ban yang memiliki fitur anti puncture, sehingga tak akan mudah mengalami bocor ban.

• Peta atau GPS
Papan petunjuk arah di sepanjang jalan memang sangat membantu, tapi akan lebih asyik lagi jika menggunakan peta atau GPS. Tak ada salahnya untuk mencoba jalan yang tampak lebih kecil, namun ternyata memangkas jarak alias jarak tempuhnya jadi lebih pendek.

• Rencanakan tempat untuk menginap
Terkait juga dengan pembagian jarak tempuh dari hari ke hari. Jangan sampai di hari pertama jarak yang ditempuh ternyata masih terlalu dekat, sehingga di hari kedua jarak yang ditempuh jadi sangat jauh.

Perencanaan itu memang penting. Kalau dirasa memang ingin menginap di penginapan, tentu saja tak perlu khawatir, karena di setiap kota pasti akan ada penginapan, dengan harga yang bisa dipilh-pilih. Kalau memang membawa tenda dan perlengkapan tidur, tak ada salahnya untuk mendirikan tenda di tempat yang agak jauh dari keramaian.

• Membawa barang dengan nyaman
Sebelumnya sudah disebutkan bahwa mungkin ada baiknya untuk memilih sepeda yang punya fitur untuk bisa dipasang rak, setidaknya rak belakang. Apa guna rak belakang? Untuk membawa barang lebih nyaman, gunakanlah pannier, yang memang didesain untuk membawa barang dan terpasang di rak. Kalau memang berencana untuk melakukan perjalanan selama beberapa hari, minggu, atau bahkan lebih lama lagi, tak ada salahnya untuk memasang rak depan, dan tentunya juga dilengkapi dengan pannier depan, sehingga bobot barang bawaan akan terbagi lebih imbang, antara depan – belakang, dan kiri – kanan.

• Pakaian yang dibawa
Kenyamanan tiap orang tentu berbeda-beda, namun akan lebih nyaman dan simpel jika yang dibawa adalah pakaian yang memang digunakan untuk kegiatan outdoor. Jersey sepeda memang fungsinya untuk bersepeda, namun untuk bersepeda turing, boleh lah menggunakan pakaian yang lebih santai. Tak ada salahnya untuk memakai kaos yang dipakai para pelari, karena bahannya mudah menyerap dan menguapkan air. Seandainya dicuci di tengah-tengah perjalanan bersepeda, tentu akan lebih cepat kering ‘kan?

• Peralatan lain yang dibawa
Perkakas yang terkait dengan bongkar – pasang bagian atau komponen sepeda sebaiknya dibawa. Juga dengan kelengkapan penambal ban. Memang bukan kemudian untuk digunakan, namun untuk berjaga-jaga seandainya ada yang salah dengan sepeda atau mengalami ban bocor. Lampu juga penting. Meskipun mungkin rencananya memang hanya bersepeda di siang hari, ada kemungkinan juga jika nantinya bersepeda menembus gelap sore menuju malam.

• Makanan dan minuman
Poin yang satu ini terkait dengan rute yang dilewati dan persinggahan di tiap harinya. Jika tempat-tempat yang dilewati terdapat banyak warung, maka tak perlu membawa banyak bekal makanan. Namun boleh saja untuk membawa bekal camilan, seandainya nanti ada rencana untuk menginap di tenda.

• Selanjutnya bagaimana?…..
Seperti iklan lawas yang pernah tayang di televisi Indonesia di akhir tahun 1990an atau awal 2000an : “Selanjutnya, terserah Anda…..

(diolah dari totalwomenscycling.com)