Semua Hal tentang Bersepeda dan Seksualitas

Ilustrasi oleh Britt Appleton / Total Women's Cycling.

Sebagai pecinta sepeda dan kegiatan bersepeda, pasti pernah terlintas di pikiran, “Apakah bersepeda mempengaruhi hasrat seksual?” atau “Apakah bersepeda bisa mengurangi kemampuan reproduksi?”. Mungkin ada yang pernah kepikiran dengan pertanyaan itu, mungkin ada juga yang tidak. Jadi, mari kita coba menelisik beberapa hal yang berkaitan antara kegiatan bersepeda dengan seksualitas, disertai dengan beberapa data ilmiah…..

• Bersepeda (seperti olahraga yang lainnya) juga akan meningkatkan hasrat seksual
Seperti olahraga pada umumnya, bersepeda tentu saja akan membuat tubuh sehat. Setelah merasakan manfaat kesehatan yang didapatkan dari olahraga atau bersepeda, tentu kita ingin terus melakukannya ‘kan, agar tetap sehat?

Penelitian yang dilakukan oleh Cycle To Work Day menemukan hal yang dirasakan oleh semua pesepeda, bahwa pesepeda lebih dilingkupi oleh perasaan gembira, karena mereka bisa langsung melakukan hobinya tepat setelah selesai bekerja di kantor. Dan rasa gembira itu akan menjalar ke segi kehidupan lain, termasuk dalam hubungan percintaan.

66 persen responden menyatakan bahwa keintiman hubungannya meningkat setelah mendapatkan efek positf dari bersepeda, 39 persen menyatakan bahwa bersepeda memberi semangat lebih pada saat berada ‘di atas ranjang’.

Meskipun secara fisik bersepeda memang bisa memberikan dampak positif, namun lebih dari sisi mental-lah olahraga atau bersepeda bisa memberikan dampak positif yang lebih. Allison England, ahli psikologi seksual di Coco de Mer di London, mengatakan, “Kesehatan mental sangat penting untuk mendapatkan hubungan seks yang bagus juga. Dengan bersepeda, serotonin akan lebih banyak diproduksi, dan akan membawa suasana positif dan menyenangkan.”

• Bersepeda bisa mengurangi sensitivitas tubuh bagian bawah (?)
Ada beberapa hal yang membuat kegiatan bersepeda tidak terlalu menyenangkan. Pantat yang panas, infeksi saluran kencing dan rasa kesemutan di bagian vital adalah beberapa hal yang sering terjadi. Untuk mengatasinya, hal pertama yang bisa dilakukan adalah menemukan sadel yang pas dengan kebiasaan duduk, dan pada saat duduk di atas sadel, tumpuan lebih banyak ada pada tulang duduk, bukan bagian depan, yang lebih dekat dengan ‘area vital’.

Rasa nyaman bisa ditingkatkan dengan memakai celana padding yang pas. Cycle enthusiast, bukan pesepeda atau pembalap profesional, mungkin hanya akan mengalami rasa tidak nyaman yang tak terlalu berat, karena bersepeda hanya dilakukan di waktu senggang dan tak terlalu lama.

• …dan ada banyak manfaat seksual
Kebugaran tubuh yang meningkat karena rutin bersepeda akan membuat aliran darah lebih lancar dan lebih sering; dan hal itu tentu saja adalah efek positif bagi pria maupun wanita ‘di atas ranjang’. Lebih jauh lagi, bersepeda disebut juga bisa memelihara kesehatan kardiovaskuler, yang artinya bisa dilakukan kapan saja, dari segala rentang usia.

Kaitan postif lainnya adalah bahwa otot-otot yang biasa digunakan untuk mengayuh pedal, sebagian besar juga berfungsi pada saat ‘di atas ranjang’.

• Apakah kegiatan seksual mengurangi performa saat bersepeda?
Dampak positif dari berhubungan seks sebelum berkegiatan bersepeda bagi wanita masih berupa asumsi, karena masih minimnya penelitian mengenai hal tersebut. Namun sebuah penelitian di Jenewa, Swiss, menyatakan bahwa “kegiatan seksual tidak memberikan dampak signifikan pada performa maksimal dan konsentrasi (mental) pesepeda”.

Meskipun masih minim dukungan data ilmiah, namun setidaknya asumsi yang positif juga akan memberikan dampak nyata yang positif…

• Bagaimana kaitannya dengan kesuburan dan kesehatan seksual?
Tentang yang satu ini, belum pernah ada penelitian yang mengangkat tema tersebut.

Namun ada juga sedikit hal yang bertentangan. Konsumsi kafein yang tinggi (mungkin lebih dari 5 cangkir sehari; lumrah untuk pesepeda, apalagi atlet) dikaitakn dengan menurunnya fertilitas atau tingkat kesuburan.

Lalu, bagaimana baiknya?

Bersepeda bagus untuk tubuh, berhubungan seks juga bagus untuk pasangan suami-istri. Masing-masing memang berdampak positif. Jadi, lakukan saja. Gampang ‘kan?

(diolah dari totalwomenscycling.com)