7 Hal Baik yang Bisa Dilakukan saat Bersepeda Gunung

Ilustrasi via mbaction.com.

Saat bersepeda gunung, dengan disiplin apapun, kecelakaan bisa saja terjadi. Kemungkinan yang tak bisa diprediksi itulah yang membuat kegiatan bersepeda di alam bebas menjadi kegiatan yang melelahkan. Biasanya, seorang pesepeda yang terjatuh (hal yang paling sering terjadi saat bersepeda gunung) bisa segera bergegas dan kembali meneruskan bersepeda dengan sendirinya. Namun kadang, perlu juga bantuan pesepeda lain. Di saat itulah dibutuhkan kepedulian sesama pesepeda, sesama pecinta blusukan, dengan harapan bahwa jika suatu saat nanti membutuhkan bantuan, juga akan mendapatkan bantuan yang semestinya. Jadi, apa saja yang mungkin bisa dilakukan untuk membantu sesama pesepeda saat bersepeda gunung?

• Berhenti dan memberikan bantuan pada pesepeda yang alami kesulitan
Saat bersepeda gunung, pesepeda memang kadang berhenti sebentar di samping lintasan atau jalur. Mungkin mereka berhenti untuk istirahat sebentar, namun mungkin juga mereka berhenti karena ada masalah, mungkin pada sepedanya, mungkin juga mengalami cedera. Jika melihat ada pesepeda yang berhenti dan sibuk mengutak-atik sepedanya, tak ada salahnya untuk menanyakan apa yang terjadi, karena kadang mereka membutuhkan pinjaman kunci atau pompa.

• Menolong pesepeda yang terjatuh
Bersepeda gunung sering dianggap sebagai olahraga ekstrem dan luar biasa bagi yang bisa melakukannya, namun, hal yang sering juga dialami para pesepeda gunung adalah terjatuh. Coba saja iseng menanyai hal tersebut pada para pecinta sepeda gunung, seringkali mereka akan menjawab dengan antusias, atau bahkan menunjukkan bekas luka yang pernah dialaminya. Jika memang menemui pesepeda yang terjatuh, hal yang harus dilakukan adalah menolongnya. Jika memang tak bisa ditangani sendiri, akan lebih baik menunggu pesepeda lain datang, agar bisa segera mencarikan bantuan terdekat di titik start atau finish.

• Menyingkirkan rintangan yang mengganggu dari lintasan
Hujan deras bisa saja merusak lintasan. Bisa saja setelah hujan, ada beberapa pohon yang lumayan besar yang menghalangi jalur, atau batu berukuran besar yang berada di tengah jalur. Ada baiknya jika ingin bersepeda di sebuah lintasan atau jalur, dan sehari sebelumnya hujan deras, maka periksalah lintasan atau jalur lebih dahulu. Jika ada ranting pohon atau batu yang mengganggu, lebih baik disingkirkan terlebih dulu, agar tak menjadi penyebab kecelakaan saat jalur itu dilewati para pesepeda nantinya.

• Mewaspadai lingkungan sekitar lintasan / jalur
Tergantung di mana kita bersepeda… Beberapa jalur atau lintasan bersepeda gunung kadang melewati halaman belakang rumah warga di pedesaan. Tak jarang para warga membiarkan binatang peliharaannya berkeliaran di halaman, bisa saja anjing, ayam ataupun kambing. Bersepeda dengan penuh aksi itu bagus, namun bagus juga jika mau memperhatikan lingkungan sekitar, agar jangan sampai menabrak binatang peliharaan dan tak menimbulkan kerugian bagi warga.

• Menyapa sesama pesepeda
Hal yang satu ini sangat simpel dan mudah dilakukan. Sebagian besar pesepeda (road biker ataupun pesepeda gunung) sangat ramah pada sesama pesepeda. Namun kadang kita juga bisa menemukan pesepeda yang sangat penuh konsentrasi, entah ingin mencapai target waktu tertentu, atau mengejar tantangan di Strava, sehingga tak memperhatikan adanya pesepeda yang lain.

• Kerja bakti merawat jalur
Membangun dan memperbaiki jalur atau lintasan bisa menjadi sarana berlatih fisik, selain melakukannya di gym. Selain itu, dengan ikut membangun lintasan, kita juga akan memiliki kebanggaan tersendiri pada jalur atau lintasan itu.

• Melewati lintasan / jalur dengan hati-hati
Ada waktunya untuk melaju dengan cepat, ada pula waktu untuk bersepeda dengan kehati-hatian. Bersepeda gunung di akhir minggu memerlukan kehati-hatian dan kewaspadaan yang lebih, karena akhir minggu menjadi waktu yang paling disukai untuk menikmati hari bagi para mountain bike enthusiast. Jadi, lintasan atau jalur di saat itu akan sangat ramai…

(diolah dari mbaction.com)