Alasan Kenapa Pria Setengah Baya Menikmati Bersepeda

Ilustrasi via road.cc.

Penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal Qualitative Research in Sport, Excercise and Health meneliti alasan dari banyak pria setengah baya, dengan umur antara 30an hingga 50an tahun, menyukai kegiatan bersepeda. Para peneliti percaya bahwa faktanya ada motivasi yang kompleks untuk bersepeda sebagai sarana rekreasi, yang juga terkait dengan kesehatan psikis dan fisik seseorang.

Penelitian yang dilakukan oleh Universitas East London itu mencoba memahami pengalaman green experience (GE) dari beberapa komunitas sepeda rekreasional yang secara rutin bersepeda melewati wilayah pedesaan.

GE terkait dengan aktivitas fisik yang dilakukan di lingkungan yang masih alami. Dari peneltian tersebut dinyatakan bahwa, “Berolahraga di lingkungan semacam itu memberikan pengaruh positif yang siginifikan psikologis seseorang, daripada lingkungan dengan ekuivalen non-GE.”

Para peneliti melakukan wawancara mendalam dengan beberapa pria yang mendeskripsikan dirinya sebagai ‘pesepeda akhir minggu yang serius’, yang setidaknya bersepeda selama satu jam melewati pedesaan di setiap minggunya.

Para peneliti hanya mewawancarai 11 pria dari beberapa komunitas sepeda, namun diklaim bahwa wawancara yang dilakukannya cukup komprehensif.

Peneliti menyimpulkan bahwa alasan dari ke-11 pria itu bisa dikategorikan menjadi tiga macam, yaitu “kenikmatan yang sederhana”, “tempat melepaskan penat” dan “sendiri namun tetap saling berhubungan”.

“Kenikmatan yang sederhana” terkait dengan rasa menantang yang didapatkan saat menghadapi jalanan yang penuh tanjakan atau bersepeda jarak jauh. Pada The Conversation, sang peneliti, James Beale dan Oliver Glackin mengatakan bahwa ada kepuasan tersendiri yang didapatkan saat bisa melewati jalanan tersebut, juga timbulnya hasrat untuk menjelajah alam lebih jauh lagi.

“Tempat untuk melepaskan penat” menggambarkan bagaimana pemandangan alam dan lingkungan yang masih alami bisa membangun kembali mental diri. “Green excercise menggambarkan sebuah kesempatan untuk menghindar dari masalah dan kekhawatiran yang sering dialami di kehidupan sehari-hari,” tulisnya.

“Sendiri namun tetap saling terhubung” terkait dengan kegiatan bersepeda saat berada dalam rombongan. Selain tidak adanya tekanan untuk saling bersaing, bersepeda juga menjadi sarana untuk bersosialisasi dengan sesama pesepeda.

James Beale dan Oliver Glackin juga mengatakan bahwa meskipun kini setiap orang bisa ‘menikmati’ perjalanan yang dilakukan oleh teman lainnya melalui media sosial, namun keinginan untuk bersaing atau berkompetisi menjadi alasan nomor ke-sekian.

(diolah dari road.cc).