Desain Klasik Brooks B17

Brooks B17 Standard (via road.cc).

Sadel Brooks B17 sama tradisionalnya dengan perkembangan komponen sepeda lainnya. Perusahaan yang kini berbasis di Smethwick di West Midlands, didirikan di Hockley, yang letaknya tak jauh dari Smethwick, pada 1866 oleh John Boultbee Brooks. Awalnya, perusahaan Brooks hanya membuat harness kulit untuk berkuda. Baru pada 1882 Brooks mendapatkan hak paten untuk produksi sadel kulitnya.

Katalog Brooks di akhir tahun 1800an (via road.cc).

Brooks B17 adalah sadel tipikal, pertama kali muncul di katalog Brooks pada 1898. Profilnya terlihat lebih lebar daripada model yang ada saat ini, namun fitur dasarnya tetap tak berubah.

Brooks B17 Standard tampak samping (via road.cc).

Sadel B17 terdiri dari lembaran muka sadel dari kulit yang terpasang pada bagian nose dengan rivet, dan dengan potongan plat besi di bagian belakang. Rel besi sadel (pada sebagian besar model) terpasang secara langsung dengan plat metal itu, namun di bagian depan terhubung dengan baut, yang juga terhubung dengan nose.

Bagian bawah sadel (via road.cc).

Desain yang sedemikian rupa membuat bagian nose bisa bergerak, tak terikat dengan rel sadel, untuk mengencangkan kulit pada sadel. Jika kulit sadel mulai mengendur, ambil saja yang pas untuk mengencangkannya.

Salah satu fitur yang jadi kelebihan bahan kulit adalah bisa menyesuaikan ukuran dan bentuk dari tulang duduk (yang istilah ilmiahnya ischial tuberosity). Beberapa orang merasa bahwa sadel B17 bisa dengan cepat terasa nyaman, dalam waktu yang sebentar. Namun sebagian besar membutuhkan waktu yang lumayan lama agar bisa brake in.

Brooks B17 Standard hijau (via road.cc).

Beberapa orang menyebutkan bahwa mereka membutuhkan beberapa bulan agar sadel kulitnya brake in. Namun hal itu juga tergantung dengan seberapa seringnya bersepeda. Beberapa pesepeda punya metodenya sendiri agar bisa brake in lebih cepat, namun pihak Brooks menyarankan bahwa hanya perlu dinaiki secara rutin saja.

Brooks B17 Vintage (via road.cc).

“Model ini, tak diragukan lagi, adalah model sadel yang paling populer yang pernah dibuat,” seperti yang tertulis pada katalog tahun 1920, pada deskripsi model B17C Champion.

“Meskipun bobot yang ringan jadi salah satu tujuannya, namun model ini tak mengorbankan faktor kekuatan.”

Katalog Brooks tahun 1920 (via road.cc).

Sadel B17 pasti akan lebih berat daripada sadel sintetik kebanyakan. Sadel B17 Standard seharga £90 memiliki berat 520 gram, namun banyak orang akan bilang bahwa perbandingan itu tak sebanding, karena Brooks menawarkan kenyamanan dan keawetan yang luar biasa, karena bahan kulitnya yang setebal 5 mm. Jika dirawat dengan baik, sadel Brooks akan menyervis pantat selamanya.

Dulu, Brooks biasa dipakai oleh para pembalap sepeda serius. Kini, Brooks lebih sering dipakai oleh para pesepeda turing, Audax atau pesepeda lain yang sering bersepeda jarak jauh.

Lara Dunn, seorang reviewer, mengatakan, “Bobot yang lebih berat dibanding sadel pada umumnya tak terlalu diperhatikan para pesepeda turing, karena pada umumnya sepeda mereka pun sudah lebih berat. Namun bobot yang lebih berat diimbangi dengan tingkat kenyamanannya, yang akan menciptakan custom fit pada iap-tiap penggunanya.”

“Brooks adalah sadel yang dibuat dengan teliti, yang cocok dipakai oleh para pesepeda turing, komuter atau weekend warrior, dan akan memberikan servis terbaiknya selamanya,” ujar Lara.

Beberapa model B17 ada di pasaran, ada yang menggunakan bahan logam tianium (£185), ada yang bagian tengahnya berlubang (£90) untuk mengurangi tekanan perineal dan ada yang versi ramping (£90).

Brooks B17 BlackCopper (via road.cc).

Ada juga model khusus perempuan. Brooks kadang merilis model tertent dengan jumlah yang terbatas, seperti edisi Black Copper Ltd. (£105), yang sesuai namanya, memakai kulit warna hitam, rivet tembaga dan plat metal dan rel sadel dari tembaga.

Kini persahaan Brooks dimiliki oleh Selle Royal, perusahaan Italia yang juga menjadi ‘rumah’ bagi Fizik dan Crankbrothers, namun produksinya masih tetap dilakukan di Inggris. Dengan sejarah berumur satu abad, B17 masih menjadi model yang paling populer dan sepertinya akan terus populer.

(diolah dari road.cc).