9 Tips Saat Bersepeda di Kemacetan

Ilustrasi via Tempo English.

Jakarta, Bandung, Surabaya dan Semarang adalah beberapa kota besar di Pulau Jawa, dan juga di Indonesia. Setiap hari ratusan ribu kendaraan berlalu lalang di jalanannya. Sebagai pesepeda, mau tidak mau kita harus bergumul dengan eramaian dan kemacetan lalu lintas yang ada. Lalu, bagaimana tips agar bisa selalu merasa aman saat di jalan raya yang ramai?

• Memiliki kewaspadaan yang lebih baik. Gunakan semua indera yang ada. Mata dan telinga harus lebih awas untuk memastikan keselamatan. Jika punya kebiasaan bersepeda sambil mendengarkan musik melalui earphone atau headphone, sebaiknya kurangi atau malah hilangkan kebiasaan itu, karena dapat mengganggu konsentrasi saat bersepeda.
• Taati peraturan lalu lintas. Sebagai sesama pengguna jalan raya, sebaiknya kita tetap menaati peraturan lalu lintas yang berlaku. Juga gunakan tangan untuk memberi tanda jika ingin berbelok atau pindah lajur, karena sepeda tak memiliki lampu sen.
• Rencanakan rute yang akan dilewati. Cobalah beberapa rute menuju ke tempat kerja atau kampus. Pilihlah satu rute yang dianggap paling sepi dan paling aman. Dengan tujuan dan rute yang sudah jelas, akan membuat konsentrasi dan perhatian terhadap lingkungan lebih baik lagi.
• Bersepeda dengan teman yang lain. Jika ada sesama pesepeda yang juga memiliki rute yang sama, akan lebih baik jika kemudian bergabung dalam satu rombongan. Karena jumlah pesepeda yang lebih banyak akan memperkuat posisi sebagai pesepeda di jalan raya (yang didominasi oleh kendaraan bermotor).
• Memakai pakaian berwarna terang. Kenapa berwarna terang? Agar menarik perhatian pengguna jalan yang lain. Dengan menjadi perhatian saat di jalan, maka tak ada alasan bagi pengguna kendaraan bermotor untuk tidak bisa melihat posisi si pesepeda. Lebih baik lagi jika memakai helm yang memiliki reflektor, juga reflektor yang terpasang di beberapa bagian pada sepeda.
• Gunakan jalur khusus sepeda (jika ada). Saat sebuah ruas jalan memiliki jalur khusus sepeda, maka jangan ragu-ragu untuk menggunakannya. Juga dengan ‘ruang tnggu sepeda’ yang biasanya ada di bagian paling depan di sebuah perempatan yang dilengkapi traffic light.
• Menjaga jarak dengan tepian jalan. Beri jarak sekitar 0,5 meter hingga 1 meter dari tepian jalan (jika memungkinkan). Hal itu akan membuat kita ‘terlihat’ oleh pengendara kendaraan yang ada di belakang.
• Menepi jika merasa tak aman. Saat ada mobil di belakang, dan sepertinya ingin segera mendahului, jika merasa tak aman, lebih baik segera menepi di tempat yang memungkinkan. Biarkan mobil atau motor itu mendahului.
• Ingat, sepeda juga memiliki hak yang sama dengan kendaraan lain saat berada di jalan raya. Jangan biarkan kendaraan lain ‘memaksa’ pesepeda untuk keluar dari jalan raya. Kuatkan hati saat menghadapi pengendara mobil atau motor yang kurang sabar. Walaupun kita sudah berada di posisi paling tepi dari jalan dan mereka mungkin tetap membunyikan klaksonnya, tarik nafas dalam-dalam, pastikan kita tetap berada di posisi yang aman di jalan, dan biarkan saja mereka membunyikan klaksonnya, hingga memungkinkan bagi mereka untuk mendahului.

Embed from Getty Images

(diolah dari totalwomenscycling.com).