Urban Downhill The Ensenada

Foto via Fernando Cota.

Cerita oleh Patrick Reynoso.

Gonggongan beberapa anjing dan debu yang beterbangan, yang sedikit membuat sesak mewarnai kayuhan, sebelum kemudian melewati tangga dari batuan dan semen yang tak terlalu rata. Fokus memang sangat dibituhkan untuk menjaga laju sepeda, namun melewati jalanan dan lika-liku jalanan sempit di wilayah perkotaan memang sangat mengasyikkan.

Di Ensenada, Meksiko, digelar ajang Downhill Urbano Internacional, sebagai seri kedua dari ajang Dream Ride. Tujuan diadakannya Dream Ride sangat sederhana, memberikan kesempatan pada para pesepeda muda yang menyukai sepeda gunung, untuk mampu tampil bebas menunjukkan bakatnya, meskipun akses untuk mencapai ‘gunung’ yang sebenarnya sangat terbatas, sehingga mereka lebih bisa menjelajah wilayah yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Pun, mereka dibantu oleh beberapa pesepeda profesional untuk membagi pengalamannya. Dengan bantuan dari sponsor yang lumayan, para peserta bisa memakai dan memiliki helm dari Bell Helmets dan troy Lee Design, juga servis sepeda profesional dari Foust Tuning Works.

Bagi Patrick Reynoso, sepeda gunung sudah memberikan banyak hal, mulai dari teman yang banyak, bisa bepergian ke banyak tempat, menjajal sepeda keluaran terbaru, dan tampil di majalah nasional. Dream Ride bisa menjadi ajang bagi para anak-anak dan pemuda untuk mewujudkan mimpi yang sama, meskipun mereka memiliki keterbatasan akses. Tidak setiap orang bisa merasakan nikmatnya bersepeda gunung, dan kini anak-anak itu mendapatkan kesempatannya.

Heart of Compassion, toko makanan terbesar kedua di California, bersedia memberikan makanan dan minuman yang bergizi bagi para peserta Dream Ride. Kegiatan amal lainnya juga akan memberikan kebutuhan pangan sehari-hari bagi sekitar 50 keluarga di lingkungan Ensenada. Walikota Ensenada, Marco Novelo, juga hadir. Dia juga bersedia memberikan bantuan semampu yang dia bisa lakukan untuk mendukung program Dream Ride.

Foto via Fernando Cota.

Ramon Galvan, mantan peserta program Dream Ride, memberikan tongkat keberhasilan selanjutnya pada peserta Dream Ride yang baru, salah satunya adalah Che Gonzales.

Tumbuh di bagian kota Ensenada yang miskin dan kumuh, Che cukup beruntung bisa mengenal mountain biking di usia 6 tahun dari pamannya, Antonio, dan kakaknya, Gerardo. Setelah itu, semuanya jadi sejarah yang hebat. Di usia 9 tahun, Che sudah jadi pahlawan lokal, ‘Team Che’ mendominasi ajang sepeda gunung lokal.

Mountain biking sangat berarti dalam hidupku,” ujar pembalap kecil itu. “Teman-teman, keluarga, kesenangan dan tantangan, semua menjadi satu.”

Foto via Fernando Cota.

Namun bukan berarti prestasi yang sudah didapatkannya bisa dengan tiba-tiba membuat hidupnya dan keluarganya jadi lebih mudah. Che dan keluarganya bekerja keras untuk bisa menabung dan memenuhi segala kebutuhan sepeda gunung Che. Tak semua kebutuhan dan keinginan Che bisa terpenuhi. Pada malam sebelum balapan, sepeda Che dilengkapi dengan beberapa komponen baru, helm baru dari Bell, dan servis sepeda oleh Foust Tuning Works.

Urban downhill sangat berbeda dengan offroad downhill. Tekanan angin ban harus selalu menyesuaikan dengan jenis lintasan apa yang akan dilewati, semen, aspal, atau jalan setapak di tengah perkampungan.

Foto via Fernando Cota.

Dalam laga yang diikutinya, Che berhasil menempati peringkat 4 dari 12 peserta. Mengagumkan, karena sebagian besar pesertanya berumur 4 atau 5 tahun lebih tua dari dirinya. Balapan urban downhill memang menuntut konsentrasi ekstra dari sang pesepeda.

(diolah dari mbaction.com).