Persaingan Perebutan Pucuk Klasifikasi Semakin Meruncing di Vuelta

Ilustrasi via Tim de Waele / TDWsport.com.

Setelah melewati lima etape, perebutan puncak pimpinan klasifikasi pembalap atau general classification semakin terlihat. Chris Froome (Team Sky) tetap jadi yang teruat, dengan saingan dari beberapa pembalap yang membuntutinya.

Selama balapan etape ke-5 menuju Alcossebre, rekan setim Chris Froome di Team Sky berhasil ‘merusak’ rombongan pembalap, dengan pembalap Italia Gianni Moscon meninggalkan banyak pembalap lain di belakangnya di beberapa kilometer terakhir menjelang finish, dengan tanjakan yang cukup terjal. Usahanya cukup membantu Chris Froome untuk menjauhkan diri dari rival terdekatnya, Fabio Aru (Astana) dan Romain Bardet (AG2R).

Namun Chris Froome masih belum bisa mengalahkan Esteban Chavez (Orica – Scott), yang menjadi penantang di tanjakan yang paling kuat. Pembalap asal Amerika Serikat, Tejay van Garderen (BMC), berhasil menjaga jaraknya dengan selisih hanya 8 detik, membuatnya di posisi kedua di general classification. Rekan setim Tejay, Nicholas Roche, juga membalap dengan bags, dengan selisih 11 detik di belakang Chris Froome.

Setelah lima etape awal, terlihat persaingan antara Chris Froome dan Esteban Chavez, dengan Tejay van Garderen dan Nicholas Roche mencoba mengganggu konsentrasi dua pembalap terdepan.

“Jika dilihat dari selisih waktu yang ada, persaingan general classification kini mulai terlihat,” ujar Chris Froome setelah selesainya etape 5. “Esteban Chavez akan menjadi penantang utama di tanjakan, di Vuelta kali ini. Tejay dan Nicholas sepertinya memang siap menyerang jika ada yang lengah sedikit saja. Aku agak terkejut dengan capaian yang didapat Vincenzo Nibali, Fabio Aru dan Romain Bardet hari ini, yang agak lebih lambat. Namun ini adalah rangkaian balapan yang panjang. Tanjakan di etape ini hanya 3 km. Masih banyak etape-etape pegunungan yang siap menanti.”

Tejay van Garderen akan menjaga selisih waktu dengan memilih etape-etape dengan yanjakan yang panjang, pun dengan rolling, yang akan ada di minggu kedua Vuelta. Dia juga akan memanfaatkan etape time trial untuk memperlebar jarak dengan para climber.

“Memang sedikit mengecewakan, kalah dengan selisih waktu yang sangat tipis di akhir etape,” ujar Tejay. “Namun jika aku bisa menjaga performa seperti ini, kurasa aku menuju ke arah yang tepat.”

Alberto Contador yang agak jauh ketinggalan di belakang Chris Froome juga merasa bahwa persaingan di general classification juga mulai tampak. Namun etape-etape pegunungan yang ada di pertengahan dan akhir balapan akan menjadi penentunya.

“Kemarin hanyalah tanjakan yang pendek. Rute tanjakan panjang ada di minggu kedua,” ujar Alberto Contador. “Kita coba lihat bagaimana kondisiku besok. Jika kurasa mendapatkan kembali feelnya, maka aku siap bersaing dan berbuat yang terbaik.”

(diolah dari www.velonews.com)