6 Tips Mudah Bersepeda melawan Headwind

Ilustrasi via www.flickr.com/photos/flowizm

Angin kencang bisa membuat saat-saat bersepeda menjadi sedikit kacau, apalahi jika headwind, alias angin datang dari arah yang berlawanan, tentu kayuhan akan semakin berat, seperti saat melewati tanjakan. Jika susahnya melewati tanjakan akan berakhir setelah sampai di puncak tanjakan, lain dengan saat melawan headwind. Siksaan angin kencang akan usai jika kita berbalik arah atau mengubah tujuan…

Alam memang tak bisa dilawan. Kondisi lingkungan yang berubah-ubah membuat manusia harus mampu beradaptasi, dan hal itu juga harus diterapkan pada saat bersepeda.

Bagaimana tipsnya, agar fisik dan mental tetap tangguh saat bersepeda melawan angin?

• Pesepeda lain sebagai ‘pemecah angin’
Saat bersepeda dalam rombongan, atau secara tak sengaja bisa bergabung dengan pesepeda lain saat berangkat ke kantor atau ke kampus, kita bisa memanfaatkan pesepeda yang ada di depan sebagai ‘pemecah angin’. Artinya, karena berada di belakang pesepeda lain, terpaan angin sudah lebih berkurang, dan kayuhan pun terasa lebih ringan.

• Menunduk untuk mengurangi terpaan angin
Masalah yang muncul saat bersepeda melawan arah angin adalah terpaan angin yang semakin kencang. Solusinya adalah dengan mengurangi bagian yang diterpa angin. Bagian yang paling banyak terkena terpaan angin adalah bagian depan tubuh, yaitu bagian dada. Jika menggunakan sepeda balap, pindahlah pegangan tangan ke bagian drop. Atau jika memakai sepeda yang lain, usahakan untuk menunduk, agar bagian dada lebih terlindung dan tak menyebabkan hambatan angin yang terlalu besar.

Ilustrasi via totalwomenscycling.com.

• Memakai pakaian yang rapat
Baju berkerah, atau kemeja, atau jika memakai windbreaker, usahakan jangan sampai ada bagian yang membuka dan menutup karena terkena angin (yang kencang). Misalnya, jika kemeja tak dikancingkan sampai atas, bagian dekat krah mungkin akan ‘melambai kesana kemari’ terkena angin. Pada pesepeda perempuan, jika berambut panjang, sebaiknya diikat. Pun dengan para lelaki yang berambut gondrong; untuk mengurangi hambatan angin.

Jaket / windbreaker yang terbuka bisa menambah hambatan angin (via totalwomenscycling.com).

• Gunakan gear dengan bijak
Pemilihan gear atau shifting sangat terasa saat menghadapi tanjakan. Namun bagaimana dengan menghadapi angin yang kencang?

Memilih gigi dengan kayuhan yang berat sepertinya akan menambah hambatan angin. Saat angin kencang, lebih baik untuk menggunakan gigi yang ‘normal’, yang dirasa paling santai dan tidak terasa berat. Pun jika masih terasa berat, operlah gigi sehingga mendapatkan kayuhan yang lebih ringan lagi.

• Rencanakan rute
Saat ini teknologi sudah canggih. Melalui telepon pintar, sudah bisa diketahui ramalan cuaca di hari itu. Tak hanya cuaca, aplikasi ramalan cuaca juga dilengkapi dengan keterangan kecepatan angin dan arah datangnya angin. Aplikasi seperti itu akan sangat berguna jika kita berencana untuk bersepeda sepanjang hari.

• Sesuaikan tujuan dan ekspektasi
Tips yang terakhir lebih melatih mental. Saat dirasa angin memang kencang, lebih baik berhenti sebentar dan istirahat. Headwind yang kencang bisa membuat kayuhan harus dua kali lebih kuat, atau jika kayuhan tetap sama, waktu tempuh jadi dua kali lebih lama.

Ilustrasi via totalwomenscycling.com.

Ingat, yang jadi masalah adalah angin, bukan dirimu, bukan si pesepeda. Dengan rincian target yang lebih pendek, maka capaian total akan terasa lebih santai. Buatlah check point yang lebih dekat daripada rencana sebelumnya, dan kegiatan bersepeda pun bisa terus berlanjut dengan lebih santai…

(diolah dari totalwomenscycling.com)