Arti Sepeda Dari Jokowi: Kerja Keras dan Kemandirian

Dalam setiap kunjungan kerja di berbagai daerah di Indonesia, Presiden Joko Widodo kerap melontarkan kuis-kuis ringan berhadiah sepeda. Kuis ini selalu menarik bagi warga dan menjadi rebutan.

Bahkan tak hanya warga, artis hingga menteri pun pernah mendapat hadiah sepeda dari presiden. Lalu apa alasan Jokowi hobi membagi-bagikan sepeda?

Dikutip dari akun Facebooknya, Sabtu (26/8), Jokowi menjelaskan alasannya gemar membagi sepeda kepada warga. Ada pesan khusus dibalik pemberian sepeda olehnya. Ternyata bagi Jokowi, sepeda adalah tentang kerja keras dan kemandirian.

Mungkin ada yang bertanya, mengapa sepeda? Mengapa seorang Presiden senang membagi sepeda lewat kuis di setiap acara dan kunjungan? Mengapa bukan uang, televisi, atau telepon genggam?

Saya senang bersepeda sedari dulu.

Bersepeda itu mandiri dan bekerja keras. Kemajuan, kelajuan, juga kecepatan dihasilkan dari usaha sendiri, gerak tubuh sendiri, tanpa mesin atau dorongan tenaga orang lain. Seberapa cepat kita ingin sampai ke tujuan tergantung seberapa keras kita mengayuh.

Bersepeda itu gambaran kebersamaan dari anggota tubuh yang beragam bentuk, fungsi dan posisinya. Dengan mengayuh sepeda seluruh anggota badan bergerak dalam harmoni. Dua tungkai kaki mengayuh pedal seirama, mata memandang awas ke depan, tangan menggenggam kemudi seraya jari waspada menarik tuas rem.

Bersepeda itu bergerak maju dalam keseimbangan. Jika jalan menanjak, badan sedikit membungkuk. Jika berbelok ke kanan atau ke kiri, tubuh ikut menyelaraskan. Satu yang tetap, titik berat pesepeda selalu ada di tengah-tengah.

Bersepeda itu untuk semua orang, semua usia, lintas suku dan peradaban.

Lagipula, bersepeda itu sehat, baik buat lingkungan sekitar karena bebas polusi.

Pendeknya, bersepeda itu adalah bekerja keras dan mandiri, melaju dalam harmoni dan keseimbangan.

Dan karena itulah, saya senang berbagi sepeda di setiap acara dan kunjungan.