Kemenangan Etape Chris Froome yang Pertama di 2017 Kuatkan Posisi Puncak Vuelta

Chris Froome (via Tim de Waele / TDWsport.com).

Chris Froome menyebut minggu pertama Vuelta tahun ini adalah ‘awal yang bagus’, dengan memprediksi kemenangannya pada etape di hari Minggu di Cumbres del Sol, tempat yang sama saat dia dikalahkan oleh Tom Dumoulin dua tahun yang lalu.

Di awal tahun ini, dia menyatakan bahwa ada ‘urusan yang belum selesai’ dengan tanjakan terjal di pegunungan berbatu di tepian pantai Mediterania, dan dia menganggapnya sebagai hal yang bukan menjadi prioritas utamanya. Namun hal yang kontras terjadi pada hari Minggu yang lalu, sekitar 500 meter sebelum garis finish Vuelta etape ke-9, dengan mengerahkan segala kemampuannya, pembalap asal Inggris Raya itu berhasil meraih kemenangan etape pertamanya sejak Pena Cabarga di Spanyol, tepat di bulan Agustus setahun yang lalu.

Akhir etape yang agresif yang dilakukan oleh Chris Froome dimulainya setelah kerja keras yang dilakukan oleh tim Cannondale – Drapac selama jalanan datar di etape tersebut. Saat rekan setimnya, Mikel Nieve, mulai menambah ritme kayuhan menjelang akhir etape, oleh seorang jurnalis Kolombia, hal itu digambarkan sebagai filosofi sepakbola yang diterapkan Chris Froome pada saat membalap.

“Aku tak terlalu menyukai sepakbola,” aku Chris Froome. “Namun aku mengagumi skill yang dmiliki di dunia sepakbola, dan ya, salah satu filosofi terbaik yang kuambil, bahwa ‘pertahanan terbaik adalah menyerang’.”

“Apa yang kurasakan sejak awal Vuelta tahun ini adalah aku merasa sangat cocok dan menikmatinya, membuatku bisa melaju dengan cepat dan berada di depan, dan tim juga telah bekerja keras, terutama dengan apa yang dilakukan Mikel Nieve hari ini, dan sangat fantastis bisa meraih kemenangan dengan situasi seperti itu.”

Informasi dari mobil tim yang diperoleh Chris sangat berharga, bahwa ada headwind di beberapa kilometer menjelang garis finish. Mikel Nieve membantunya sebagai pemecah angin. Dan di beberapa ratus meter menjelang garis finish, Esteban Chavez muncul dan bersaing ketat dengan Chris Froome untuk adu sprint, namun akhirnya dimenangi oleh Chris Froome.

“Sangat menyenangkan bisa kembali ke tanjakan ini, apalagi dengan kemenangan. Aku tak mau lagi kenangan di 2015 terulang lagi (saat dikalahkan Tom Dumoulin),” ujar Chris Froome.

Dengan kemenangan etape tersebut, membuat selisih waktu di general classification bertambah menjadi 36 detik. “Aku masih tetap orang yang sama, dan setiap pembalap sepeda bisa saja mengalami hri yang buruk. Minggu pertama Vuelta ini adalah mimpi yang jadi nyata,” ungkap Chris Froome.

(diolah dari www.cyclingnews.com)