Wet Lube atau Dry Lube? Apa Bedanya?

Aplikasi wet lube dan rantai yang kotor (via road.cc).

Sudah jadi pengetahuan umum bahwa rantai harus selalu dilumasi agar drivetrain bisa bergerak dengan lembut dan minim bunyi, juga agar rantai, sprocket dan chainring lebih tahan lama. Namun dengan banyaknya pilihan merk dan tipe pelumas, mana yang sebainya dipilih dan dipakai?

Sebuah pertanyaan yang sering ditanyakan, wet lube atau dry lube? Tahu perbedaan antara keduanya bisa menjadi tambahan informasi penting saat akan membeli pelumas rantai.

Lalu, bagaimana dengan WD40? Kita semua tahu bahwa fungsinya untuk menghilangkan air dan kotoran yang menempel di rantai. Namun bukan berarti WD40 bisa berfungsi sebagai pelumas. Fungsinya hanya untuk membersihkan rantai, sebelum kemudian dilumasi dengan pelumas khusus rantai.

Apakah rantai benar-benar perlu dilumasi?
Aerodinamika atau hambatan angin menjadi penyebab utama sepeda tak bisa melaju dengan cepat. Friksi yang terjadi antara komponen-konponen drivetrain juga menjadi salah satu penghambat laju, namun drivetrain modern sekarang sudah 90 – 99 persen efisien, tergantung pada kondisi rantai dan beberapa faktor lain yang terkait.

Dalam sebuah penelitian tentang efisiensi rantai sepeda oleh James Spicer pada tahun 2000, dinyatakan bahwa pelumasan pada rantai tak memberikan dampak pada efisiensi, dalam kondisi laboratorium, friksi antar komponen hanya berpengaruh sangat sedikit pada efisiensi drivetrain.

Meskipun dalam kondisi laboratorium tak memberikan dampak sama sekali dan tak akan membuat laju menjadi lebih cepat, namun sebaiknya rantai tetap dilumasi untuk mencegah karat dan suara berdecit.

Pilihan ceramic lube
Ada pilihan lainnya, ceramic lube. Popularitas ceramic lube saat ini meningkat, karena menerapkan teknologi teerbaru di dunia pelumas. Ceramic lube tersedia dalam pilihan wet atau dry, dan mengandung bahan nanopartikel yang membentuk lapisan pada rantai, yang diklaim dapat mengurangi friksi dan meningkatkan efisiensi. Ceramic lube juga menambah keawetan rantai, mengurangi frekuensi pemakaian pelumas, sangat cocok bagi orang yang tidak ingin selalu merawat sepedanya. Nilai minusnya adalah biasanya ceramic lube lebih mahal daripada pelumas rantai pada umumnya.

Lalu, apa bedanya?
Dry lube, saat keluar dari botolnya, tetap berupa cairan, dan tetap basah. Dry lube biasanya lebih encer dan lebih cepat mengering, dan akan meninggalkan lapisan lilin tipis di komponen yang dilumasinya. Lapisan lilin tipis itulah yang mengurangi friksi antar komponen. Cairan hanyalah pembawa lapisan lilin itu.

Rantai dilumasi, dan tetap terlihat sangat bersih (via road.cc).

Wet lube, sesuai namanya, basah, dan membasahi semua yang dikenainya. Biasanya lebih kental jika dibandingkan dengan dry lube. Setelah menempel di rantai, wujudnya akan tetap basah dan lengket.

Lalu, pilih yang mana?
Pelumas rantai yang dipilih tergantung pada kondisi seperti apa yang akan dilewati. Dry lube tak akan menjadi magnet bagi debu dan kotoran, dan ideal saat kondisi kering. Namun kekurangannya, kemampuannya melumasi rantai tak seawet wet lube. Jadi, saat cuaca memang sedang cerah, dry lube jadi pilihan yang pas. Namun ingat, harus lebih sering melumasi rantai lagi dan lagi.

Jika kita bisa rajin menjaga kebersihan sepeda dan komponennya, maka dry lube jadi pilihan yang tepat. Dry lube tak akan membuat kotoran mudah menempel, dan saat ingin bersepeda lagi, cukup dilumasi sedikit saja.

Wet lube lebih tahan lama dalam melumasi rantai, apalagi saat dipakai sambil hujan-hujanan. Karena keawetannya, frekuensi untuk melumasi jadi lebih jarang. Cocok digunakan saat bersepeda dalam jangka waktu yang lama.

Kekurangannya adalah mudahnya kotoran untuk menempel, sehingga harus lebih sering untuk ‘memandikan’ sepeda. Bagi pesepeda yang agak malas memeriksa detail pada drivetrain, wet lube jadi pilihan yang cocok.

Bagian atas chainstay juga bisa diberi lapisan pelindung, agar tidak terkena gesekan rantai dan kotor (via road.cc).

Bagaimana rekomendasinya?
Bagi pesepeda komuter atau penyuka touring, wet lube adalah pilihan yang cocok; awet dan tahan terhadap cuaca.

Bagi weekend warrior, pembalap sepeda, atau cycle enthusiast dengan selera high-end, dan hanya bersepeda saat cuaca cerah, maka dry lube jadi pilihan yang tepat. Tak akan ada kotoran yang menempel di rantai, namun rantai harus lebih sering dilumasi.

(diolah dari road.cc)