Chris Froome Perlahan Dominasi Vuelta 2017

Chris Froome tampak tak kesulitan mendominasi etape ke-11 (via Tim de Waele / TDWsport.com).

Seperti hujan yang konstan dan tak terlalu deras yang turun di etape ke-11 di hari Rabu kemarin, Chris Froome juga perlahan semakin menunjukkan dominasinya di Vuelta kali ini.

Beberapa saat hujan turun dengan deras, membuat akhir musim panas di Spanyol seperti Belgia di musim gugur selama 36 jam.

Hal yang sama dilakukan oleh Chris Froome dan Team Sky yang sangat dominan di Vuelta tahun ini. Dengan sebutan Grand Tour yang paling ditunggu-tunggu karena banyaknya kejutan yang biasa terjadi, Chris Froome yang tahun ini memang sedang berada di top form-nya, mulai menunjukkan tajinya di balapan ini.

“Aku sangat senang dengan hasil hari ini,” ujar Chris Froome merendah.

Kemarin, Chris Froome finish di posisi kedua, menambah selisih 6 detik di general classification; hasil yang cukup bagus di hari yang bisa saja berubah dengan tiba-tiba. Meskipun dia tampak kedinginan saat melewati puncak Calar Alto, lawan-lawannya tidak bisa memanfaatkan situasi tersebut.

Chris Froome tak hanya mempertahankan jersey merah, namun juga menggandakan selisih waktu dengan posisi kedua di general classification, dari 36 detik di awal etape, menjadi 1 menit 19 detik di akhir etape.

“Kemarin adalah hari di mana rival-rivalku kehilangan banyak waktu. Jadi, dengan finish di posisi kedua, itu sudah lebih dari cukup,” ujar Chris Froome. “Hal paling penting adalah membuntuti Vincenzo Nibali dan tak jauh dengan rombongan besar. Saat itu Esteban Chavez mulai drop dan Alberto Contador berada di limit kekuatannya.”

Kemarin adalah finish mountaintop yang pertama di Vuelta kali ini, dan lawan-lawan Chris Froome mengambil ‘arah yang salah’.

Esteban Chavez (Orica – Scott) kehilangan hampir dua menit selisih waktu dengan Chris Froome, dari awalnya selisih 36 detik, menjadi 2 menit 33 detik. Duo BMC, Nicolas Roche dan Tejay van Garderen kehilangan waktu lebih dari tiga menit, awalnya berada di posisi ke-3 dan ke-5 general classification, terlempar jadi ke-11 dan ke-12.

Alberto Contador (Trek – Segafredo) menapak ke urutan 10 besar, berada di posisi ke-9 dengan selisih waktu 3 menit 55 detik, namun juga selisihnya semakin jauh dengan Chris Froome. Dia belum menyerah, namun tdak mampu mengimbangi Chris Froome, meskipun Chris kesulitan saat hampir mencapai puncak.

Hanya Vincenzo Nibali, pemenang etape ke-3, yang tampak mampu menyaingi Chris Froome.

“Sangat jelas bahwa Chris Froome didukung oleh tim yang sangat kuat, dia pun kuat. Sangat sulit untuk mendekatkan jarak waktu dengan catatan waktunya. Namun setidaknya harus ada pembalap yang mencobanya,” ujar Vincenzo Nibali.

Meskipun masih etape ke-11, namun bisa saja Vuelta kali ini sudah memulai ‘perlombaan meraih podium’. Team Sky membawa skuad terbaiknya ke Vuelta ini, dan Chris Froome tampak sangat mendominasi. Sejauh ini, Team Sky tampak bisa ‘mengontrol’ jalannya perlombaan, dan menjadikan Chris Froome sebagai pemuncak general classification.

(diolah dari www.velonews.com)