Pembalap Vuelta Berganti Gear Hadapi Tanjakan Super Kejam

Setelan yang dilakukan oleh Team Sunweb (via Twitter tim Sunweb).

Sebagian besar pembalap Vuelta mengubah komposisi gearnya untuk melewati tanjakan ‘kejam’ yang ada di etape ke-17.

Alto de los Machucos ada di akhir etape sepanjang 180,5 km yang diawali di Villadiego, dan menjelang akhir etape gradien kemiringannya 31 persen, ditambah lagi dengan permukaan jalannya yang bukan aspal, melainkan semen.

Dengan memikirkan kemungkinan yang bisa jadi sangat berat, para pembalap memilih memakai chainring 34T, dengan kombinasi sprocket 11 – 32T.

Shimano mengunggah foto chainring dan sprocket yang dipasang di sepeda Pinarello Dogma Team Sky, namun kurang diketahui bagaimana kombinasi komponen yang dipakai oleh Chris Froome.

Tim lain yang disponsori Shimano, Sunweb, juga mengunggah foto sepeda Wilco Kelderman yang dipasangi chainring 34T dan sprocket 34T.

Wilco Kelderman naik ke urutan ketiga general classification pada hari Selasa, setelah penampilan yang luar biasa di individual time trial.

Para pembalap lebih memilih menggunakan rear derailleur Ultegra Di2 long-cage, daripada Dura-Ace. Cage yang lebih pendek pada Dura-Ace hanya bisa digunakan maksimal untuk 32T. Jika lebih dari 32T dibutuhkan cage yang lebih panjang.

Para mekanik tim dituntut untuk memberikan servis yang lebih bagi para pembalapnya. Mereka harus mengatur setelan yang paling pas agar shifting front derailleur bisa mulus, karena kombinasi chainring yang jomplang, 53T dengan 34T. Turunan yang ada di etape ke-17 adalah Portillo de Lunada dan Puerto de Alisas.

Beberapa pembalap lain memilih untuk menyiapkan dua sepeda berbeda, dan akan berganti sepeda saat mereka mulai masuk ke rute tanjakan.

Pilihan untuk berganti sepeda saat memasuki tanjakan adalah hal yang kontroversial, karena kemungkinan besar pembalap yang berganti sepeda bisa didahului oleh rivalnya.

Saat ini Chris Froome memimpin Vuelta dengan selisih 1 menit 58 detik dari Vincenzo Nibali, dan 2 menit 40 detik dari Wilco Kelderman.

Etape pegunungan kali ini bisa jadi menjadi penentu siapa saja yang berhak menempati podium di akhir balapan pada 10 September nanti.

(diolah dari www.cyclingweekly.com)