Castelli Produksi Jersey Giro d’Italia untuk 4 Tahun Mendatang

Jersey yang dipakai pembalap yang memimpin tabel klasifikasi Giro d'Italia (via www.cyclingnews.com / Castelli).

Setelah lebih dari 20 tahun Santini menjadi penyedia jersey yang paling terkenal di Giro d’Italia, Maglia Rosa, jersey pimpinan klasemen Giro tersebut akan diproduksi oleh merk ternama Italia lainnya, Castelli, mulai tahun 2018 hingga setidaknya empat tahun berikutnya.

Castelli akan memproduksi maglia rosa untuk pimpinan general classification, maglia ciclamino untuk pembalap yang memperoleh poin tertinggi dalam musim itu, maglia azzura untuk pembalap jago tanjakan (Kings of Mountains) dan maglia bianca untuk pembalap muda terbaik di general classification.

Castelli sebelumnya juga pernah memproduksi jersey yang dipakai di Giro d’Italia, yang terakhir adalah yang dipakai oleh Miguel Indurain, 25 tahun yang lalu.

“Kami sangat bangga bisa kembali memasang logo ‘kalajengking’ di ajang Giro d’Italia,” ujar manajer produksi Castelli, Steve Smith. “Untuk sebuah perusahaan Italia yang berpartner dengan RCS Sport di ajang balap sepeda tersulit di dunia, hal ini adalah sebuah kenikmatan dan kesenangan. Ini adalah kesempatan bagus untuk menunjukkan bahwa perusahaan asal Italia ini juga sangat kompeten dalam menyediakan jersey balap sepeda yang berkualitas tinggi.”

Penyelenggara Giro, RCS Sport menambahkan, “Adalah sebuah kebanggaan untuk mengumumkan kembalinya merk internasional yang prestisius, Castelli, ke Giro d’Italia. Perusahaan dengan sejarah panjang ini akan kembali meraih kesuksesan seperti di tahun 80an hingga 90an.”

“Kami yakin bahwa kerjasama ini adalah hal yang sangat penting bagi kedua pihak, untuk pemasaran dan investasi.”

Tahun lalu, Castelli mengumumkan kerjasama tiga tahun dengan Team Sky, dan bukan rahasia lagi jika tim World Tour asal Inggris itu ingin memenangi Grand Tour Italia itu di masa depan. Pengalaman buruk menimpa Team Sky di Giro tahun ini, dengan motor polisi yang malah menghambat persaingan beberapa pembalapnya meraih posisi di general classification, termasuk Geraint Thomas dan Mikel Landa. Saat itu, Geraint Thomas terpaksa meninggalkan etape itu, sedangkan Mikel Landa berhasil tetap melaju hingga finish dan meraih mountains classification.

(diolah dari www.cyclingnews.com)