Peluang Manis bagi Alberto Contador di Vuelta

Ekspresi Alberto Contador saat enjelang finish di akhir etape ke-17 (via Tim de Waele / TDWsport.com).

Alberto Contador tampak seperti pejuang veteran di hari Rabu kemarin, saat dia bersaing ketat di tanjakan Los Machucos demi menjaga asa meraih podium di Vuelta a Espana tahun ini.

‘El Pistolero’ kembali ke dalam performa terbaiknya, mengingatkan pada semua orang alasan bahwa dia adalah pembalap yang paling jadi perhatian di dalam rombongan pembalap. Fans akan merindukannya saat dia memutuskan untuk pensiun di hari Minggu nanti di Madrid.

“Memang sangat menyesakkan kali ini tak bisa menjuarai etape,” komentar Alberto Contador setelah melewati garis finish. “Etape ini adalah etape yang bagus. Sangat bagus karena kaki-kakiku mau ‘diajak bekerjasama’.”

Di situasi yang dingin, berkabut dan basah, Alberto mampu melepaskan diri dari rombongan besar, mengikuti inisiatif Miguel Angel Lopez (Astana) yang sudah melakukannya sebelumnya.

“Kali ini kakiku ada dalam kondisi yang terbaik,” ujar Alberto. “Saat mulai berada di atas sadel, semuanya mengalir begitu saja. Aku tahu siapa yang harus diikuti, dan itu adalah Miguel Angel Lopez. Dia mulai melepaskan diri dari rombongan, dan aku mengikutinya. Meskipun sedikit tertinggal, aku mulai bisa membuntutinya. Saat sudah mulai nyaman, aku melakukan ritmeku sendiri. Aku yakin tak akan ada rival lain yang akan membuntutiku.”

Apa motivasi Alberto Contador melakukannya? Untuk kebanggaan? Merasakan atmosfer kemenangan? Ucapan selamat tinggal dengan caranya sendiri? Bersaing seperti pejuang tangguh? Mungkin kombinasi dari semua hal tersebut, dan masih ada banyak alasan lainnya…

Kayuhannya melewati tanjakan, dengan penuh rasa bangga tampak menyeruak di tengah kabut, menapaki jalan menuju puncak Machucos. Tanjakan yang berkelok-kelok dan tertutup kabut di Cantabria adalah salah satu tempat bersejarah bagi Alberto Contador. Di tahun 2012, usaha kerasnya di tanjakan itu memberikan tambahan nilai yang berarti, sehingga dia bisa menjadi juara Vuelta tahun itu.

Hanya Stefan Denifl (Aqua Blue Scott) yang mampu mengikuti ritme Alberto Contador dan juga berhasil memisahkan dari rombongan besar pembalap.

Dari usahanya di etape ke-17, Alberto Contador mendapat tambahan 36 detik, dan tertinggal dengan selisih 1 menit 18 detik dengan Chris Froome (Team Sky) di general classification.

“Podium? Semakin dekat, namun tetap saja masih jauh. Chris Froome juga mampu menjaga jarak waktunya. Jadi kami mendekat dan menjauh dalam waktu bersamaan,” ujar Alberto. “Aku memang ingin menang, namun aku juga harus realistis. Ada banyak pembalap lain, dan mereka semua sangat tangguh. Semua hal memang tetap saja bisa terjadi…”

Vuelta kali ini menjadi edisi yang sangat panjang, perpisahan yang sangat emosional dengan salah satu pembalap tangguh. Fans selalu mengerumuni bus Trek – Segafredo setiap pagi, membawa spanduk dan meneriakkan nama sang pembalap idola.

Sejauh ini, dia menolak untuk ikut Kejuaraan Dunia Balap Sepeda di Bergen mewakili negaranya, Spanyol, pun menolak untuk mempertimbangkan untuk membalap satu musim lagi.

Alberto Contador tetap kukuh dengan keputusannya untuk pensiun dari dunia balap, dan dia melakukannya dengan kepala yang tegak.

“Masih ada empat hari lagi sebagai pembalap sepeda profesional,” ujar Alberto. “Aku aan menikmatinya.”

Apa yang menjadi kesenangan dan kegembiraan bagi Alberto Contador adalah penderitaan bagi para rivalnya, dan para fans akan dengan senang hati menunggu kemenangannya dari tepi jalan…..

(diolah dari www.velonews.com)