Alexander Kristoff dan Edvald Boasson Hagen, dan Misinya di Kejuaraan Dunia di Bergen

Alexander Kristoff saat sebelum dimualinya etape ke-4 Vuelta a Espana yang lalu (via Tim de Waele).

Tour of Britain yang baru saja rampung mungkin menjadi ajang unjuk gigi para sprinter tangguh. Namun dengan rampungnya ajang itu dan ada ajang lain yang menanti (salah satunya Kejuaraan Dunia) rivalitas antar personal pembalap semakin kentara.

Contohnya adalah Alexander Kristoff versus Edvald Boasson Hagen. Keduanya, tak diragukan lagi, menjadi andalan tim nasional balap sepeda Norwegia. Beruntungnya lagi, di akhir bulan ini, mereka akan berlaga di tanah yang mereka banggakan, Bergen, Norwegia.

Friksi yang timbul di antara keduanya mungkin tak akan menarik banyak perhatian para pecinta balap sepeda, namun masalah itu selalu muncul di dua ajang Kejuaraan Dunia yang terakhir. Alexander Kristoff tak begitu gembira di dua kesempatan itu. Pertama, di Richmond, karena Edvald (Boasson Hagen) lebih memilih untuk melakukan sprint di beberapa tanjakan terakhir, yang tak sesuai dengan arahan tim. Yang kedua, di Qatar, saat Alexander Kristoff secara terang-terangan ‘marah’ kepada Edvald yang lebih memilih sprint untuk dirinya sendiri daripada menjaga kekompakan dan stabilitas penampilan tim.

“Kami masih tidak setuju dan kecewa dengan apa yang terjadi tahun lalu,” ujar Alexander Kristoff pada CyclingNews di Mansfield, Rabu minggu lalu.

“Bisa disebut, luka sudah ‘diperban’, atau malah sudah sepenuhnya sembuh. Kami saling ngobrol, tak ada masalah serius,” tambahnya.

Dalam ajang Kejuaraan Eropa, yang dimenangkan Alexander Kristoff, hal itu sedikit meredakan ketegangan, meskipun kemudian belum ada pendekatan lebih lanjut untuk menciptakan kekompakan tim yang lebih erat lagi, bahkan hingga dua minggu menjelang Kejuaraan Dunia dimulai.

“Dia tak akan membantuku, dan aku pun tak akan membantunya,” ujar Alexander Kristoff. “Kami akan mengambil kesempatan terbaik masing-masing, dan tak akan saling bergantung.”

Komentar Edvald Boasson Hagen lebih diplomatis dalam menanggapi isu yang beredar. “Tahun lalu memang sudah berlalu, dan kini kami akan menghadapi balapan di tanah kebanggaan kami. Kami berdua adalah pembalap yang beda tipe, jadi kami bisa saling bekerjasama dan memanfaatkan kesempatan yang ada.”

Kejuaraan Dunia akan dimulai pada 24 September, rutenya akan melewati beberapa fjord (lembah sungai khas Norwegia), dilanjutkan dengan 12 lap mengitari wilayah Bergen dengan 3 anjakan utama, yang akan diakhiri dengan tanjakan sepanjang 1,4 km dengan gradien kemiringan 6,5 persen.

“Lintasan tersebut akan lebih cocok untuk Edvald, karena akan ada banyak ‘serangan’ di beberapa kilometer terakhir menjelang finish, dan kurasa aku tak akan kuat untuk mengikuti ritme para pembalap dengan tipe seperti itu. Aku lebih suka bersama rombongan besar dan bermain aman. Berbeda dengan dia (Edvald) yang lebih suka menyerang,” ujar Alexander Kristoff.

“Dia mungkin mendapat banyak keuntungan nanti, namun penampilanku lebih baik saat berlaga di rute yang panjang. Jadi, kita lihat saja nanti…” pungkas Alexander Kristoff.

Cycling: 89th Road World Championships 2016 / Men Elite Edvald BOASSON HAGEN (NOR)/ Alexander KRISTOFF (NOR)/ Aspire Zone – The Pearl Qatar (257,5km)/Men Elite / WC / © Tim De Waele

(diolah dari www.cyclingnews.com)