Mungkinkah ‘Gemuk tapi Sehat’?

Ilustrasi via www.daimanuel.com

Pernyataan itu adalah salah satu yang menjadi kontroversi di dunia kesehatan. Bisakah seseorang tetap gemuk tapi sehat? Kini, sebuah penelitian yang dipublikasikan di European Heart Journal menyediakan bukti yang menyatakan bahwa ‘membawa terlalu banyak beban tubuh dapat memengaruhi kesehatan jantung’, meskipun faktor yang lain kemungkinannya sangat kecil.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti menganalisis data kesehatan dan indeks massa tubuh (BMI / Body Mass Index) dari sekitar 520.000 orang dan mengikuti perkembangannya hingga 12 tahun, untuk mengetahui berapa banyak yang kemudian mengalami gejala penyakit jantung. Mereka menyatakan bahwa orang-orang yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan dan dianggap tidak sehat dari sisi metabolismenya (memiliki faktor risiko yang lain, seperti hipertensi, trigliserida tinggi, kandungan lemak tak januh yang rendah, atau kadar gula darah yang tinggi) punya kemungkinan terkena gejala penyakit jantung yang jauh lebih tinggi daripada orang-orang yang berat badannya normal dan tak memiliki faktor risiko lain tersebut.

Memang, perbanding tersebut tak mengejutkan. Hasil yang mengejutkan adalah, bahwa orang-orang yang kelebihan berat badan memang memiliki risiko terkena penyakit jantung yang lebih tinggi (dibandingkan orang normal), meskipun mereka tak memiliki faktor risiko yang lainnya.

Dilihat dari perhitungan BMI-nya, orang yang metabolismenya sehat namun mengalami kelebihan beatbadan (BMI antara 25 hingga 30) 26 persen lebih mudah mengalami penyakit jantung dibanding orang dengan berat badan normal (BMI 18,5 hingga 25) dan metabolisme yang sehat. Dan mereka yang mengalami obesitas (BMI di atas 30) 28 persen lebih mudah nantinya mengalami penyakit jantung.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti mengkategorikan istilah ‘gemuk tapi sehat’ berada di antara orang yang benar-benar sehat dan orang yang mengalami obesitas dan memiliki faktor risiko penyalit jantung yang lain.

Namun, tetap saja istilah ‘gemuk tapi sehat’ menjadi kontroversi, dan penelitian serupa harus dibandingkan dengan yang lainnya. Pada tahun 2013, penelitian terhadap 4.000 orang yang dimuat dalam Diabetes Care menemukan bahwa orang yang mengalami obesitas namun sehat secara metabolisme sangat kecil mengalami kemungkinan terkena penyakit jantung, bahkan hingga 5 – 10 tahun setelah pengamatan pertama, dibandingkan dengan orang yang normal.

Jadi, solusi terbaik adalah dengan menjaga berat badan tetap berada di kisaran yang ‘sehat’. Bahkan, hanya dengan mengurangi 5 persen bobot tubuh (5 kilogram, bagi orang yang berat badannya 100 kg) dapat membantu menjaga kadar gula darah, tekanan darah dan trigliserida tetap berada dalam batas aman.

(diolah dari www.bicycling.com)