Giro d’Italia 2018 Dimulai di Jerusalem, Pertama Kali Grand Tour Start di Luar Eropa

Dome of Rock di Jerusalem (via Berthold Werner / road.cc).

Penyelenggara Giro d’Italia, RCS Sport, telah mengkonfirmasi rumor yang telah lama beredar, bahwa Big Start edisi ke-101 Giro d’Italia akan dimulai di Jerusalem.

Jika memang benar, maka tahun depan akan menjadi pertama kalinya start salah satu Grand Tour (dari tiga Grand Tour) akan dimulai di luar Eropa, dan hampir pasti tim Pro Continental asal Israel, yaitu Israel Cycling Academy, akan mendapatkan jatah wild card.

Meskipun secara geografis posisi Israel berada di wilayah benua Asia, namun seperti pada banyak olahraga lain, pihak pengelola olahraga sepeda dunia, UCI, menganggap Israel sebagai bagian dari Eropa.

Tahun ini juga menjadi debut bagi dua tim top tier yang berasal dari Timur Tengah, UAE Team Emirates dan Bahrain – Merida.

Sebagai tim UCI WorldTour, dua tim tersebut memiliki hak untuk berpartisipasi dalam ajang yang rencananya dimulai di Israel itu, meskipun nantinya akan sulit untuk menilai, apakah faktor politis juga akan merembet ke ranah olahraga.

Diperkirakan bahwa Giro d’Italia tahun depan akan diawali dengan etape time trial di kota Jerusalem, dan dilanjutkan dengan tiga hari etape di wilayah Israel lainnya. Setelah rest day pertama, balapan akan berpindah ke Pulau Sisilia dan para pembalap akan menikmati ‘santapan tanjakan’ yang ada di sekeliling Gunung Etna.

Hal lain yang jadi perhatian besar adalah masalah keamanan di saat Big Start, dan pihak pemerintah dan keamanan Israel akan dituntut komitmennya untuk memastikan ajang tersebut bisa berlangsung dengan lancar.

Menjadi tuan rumah etape pembuka Giro d’Italia sekaligus memeringati ulang tahun Israel ke-70 tahun. Dan tentu saja, Giro akan finish di Italia, kemungkinan besar akan berakhir di kota Roma. Dari sisi keagamaan, ada kaitan yang erat antara Jerusalem dan Roma.

Presentasi Big Start akan dilakukan di Waldorf Astoria, Jerusalem, pada 18 September.

(diolah dari road.cc)