Bernard Hinault : Target Chris Froome Berikutnya adalah Giro d’Italia

Chris Froome mengangkat trofi yang menunjukkan keberhasilannya 'mengawinkan' Tour de France dan Vuelta a Espana di tahun yang sama (via Getty Images / www.cyclingnews.com).

Juara lima kali Tour de France, Bernard Hinault, berpendapat bahwa target sang juara Vuelta a Espana, Chris Froome, yang berikutnya haruslah Giro d’Italia 2018, yang diadakan sebelum Tour de France.

Bernard Hinault adalah pembalap terakhir yang berhasil ‘mengawinkan’ gelar Tour de France dan Vuelta a Espana di tahun 1978, dan dia juga berhasil memenangi Giro d’Italia tiga kali.

“Dia (Chris Froome) telah membuktikan bisa memenangi Tour dan Vuelta di tahun yang sama. Lalu, kenapa tidak dengan Giro d’Italia?” ujar Bernard pada The Guardian.

“Apa yang baru saja dilakukannya di Spanyol adalah pencapaian yang hebat, karena dalam pandangan umum, di era balap sepeda modern ini, sangatlah sulit untuk memenangi Giro – Tour atau Tour – Vuelta di tahun yang sama.”

“Di Vuelta kemarin, penampilannya tidak sedominan seperti di Tour de France, namun dia mampu menemukan kapasitas kemampuannya di Vuelta, meskipun sempat satu – dua kali mengalami hari yang buruk.”

Bernard Hinault juga berpendapat bahwa tidak mungkin untuk membuat hirarki pencapaian atau prestasi yang ditorehkan para pembalap berdasarkan ajang Grand Tour yang dimenanginya, karena balapan di era modern ini sangat jauh berbeda dengan di masa lalu.

Chris Froome sendiri pernah mengatakan – setidaknya setelah selesainya Vuelta di hari Minggu yang lalu – bahwa dia suatu ketika akan menargetkan Giro d’Italia, namun dia tak menyebutkannya secara spesifik.

“Sejujurnya, mungkin masih terlalu awal untuk mengatakannya, karena masih akan ada beberapa Giro lagi dalam karir balapku nanti. Aku tak akan berkata ‘tidak’, dan setelah musim dingin, aku akan mengatakan rencanaku untuk tahun depan,” ujar Chris Froome.

Chris Froome terakhir kali membalap di Giro d’Italia pada tahun 2010, dan kemudian didiskualifikasi di etape ke-19, saat diketahui dia menerima tarikan dari salah satu mobil kru saat menuju feedzone, karena sakit pada lututnya. Di akhir tahun lalu, dia berencana ingin membalap di Giro tahun ini, namun lagi-lagi rencananya mental karena setiap ajang yang diikutinya akan berpengaruh pada rencana yang sudah disusunnya.

Hanya ada enam pembalap sepeda yang pernah memenangi tiga Grand Tour (Giro, Tour dan Vuelta). Pembalap terakhir yang menorehkan prestasi tersebut adalah Vincenzo Nibali, saat dia memenangi Tour de France 2014.

(iolah dari www.cyclingnews.com)