Giant Propel, Aero Bike Tercepat Saat Ini

Giant Propel Advanced SLR 0 Disc (via Sterling Lorence).

Saat Giant pertama kali merilis seri Propel pertamanya sekitar empat tahun yang lalu, satu-satunya kekurangan (selebihnya adalah fantastis) adalah remnya, yang memakai serupa V-brake mini, yang memiliki hambatan udara yang lebih besar dan kemampuan pengereman yang tak terlalu mumpuni. Saat ini, hal tersebut sudah menjadi ‘masa lalu’. Seri Propel terbaru menggunakan disc brakes Shimano, dan Giant mengeklaim bahwa Propel adalah aero bike tercepat saat ini.

Giant seri Propel Advanced Disc telah dikembangkan selama tiga tahun terakhir, dan pertama kali dipakai pada saat Tour de France yang lalu oleh Michael Matthews (Sunweb). Michael Matthews berhasil meraih posisi ketiga di etape ke-7 pada Tour de France 2017.

Seri Propel terbaru ini dibangun dengan penggunaan dan penempatan disc brakes sebagai patokan dasarnya. Artinya, seri Propel baru ini memiliki geometri dan bentuk tubing yang jauh berbeda jika dibandingkan dengan seri Propel terdahulu. Pihak Giant mengatakan mereka meninggalkan seluruh item dan fitur yang ada di seri Propel terdahulu.

Frameset
Karena dilabeli sebagai aero bike, maka aerodinamis menjadi nilai utama. Giant mendesainnya di terowongan angin Aero Concept Engineering (ACE) di sirkuit Formula 1 Magny-Cours di Nevers, Prancis. Terowongan angin tersebut didesain untuk melakukan tes low-speed, yang datanya akan sangat berguna jika diterapkan pada sepeda.

Manekin yang dipasang di atas sepeda di dalam terowongan angin (via Michael Better).
Pemandangan di dalam terowongan angin (via Michael Better).

Kerjasama Giant dengan pihak ACE terjadi sejak pengembangan seri Propel yang awal. Dengan menggunakan manekin (patung orang-orangan) yang diposisikan seperti seorang pembalap yang duduk di atas sadel, Giant percaya bahwa cara tersebut adalah yang terbaik untuk mengoptimalkan proses desain frame dengan dunia nyata. Giant juga melakukan tes pada Trek Madone, Specialized Venge dan beberapa frame top lainnya dengan metode yang sama, dan menyatakan bahwa Propel adalah yang tercepat.

Giant menyatakan, seri tertingginya saat ini, frame Propel Advanced SL Disc 0 bobotnya 45 gram lebih ringan daripada seri Propel yang menggunakan rim brakes. Framesetnya seberat 2.145 gram. Saat mengembangkan seri Propel terbaru ini, Giant juga mempelajari aero bike dari kompetitor lainnya, terutama Specialized Venge Vias Disc, Trek Madone (tidak tersedia seri disc) dan Canyon Aeroad CF SLX Disc. Berdasarkan data yang diperoleh, bobot frame Propel lebih ringan 414 gram daripada Venge, dan 229 gram daripada Trek Madone. Sedangkan frame Canyon sedikit lebih ringan, 60 gram daripada Propel.

Cockpit atau bagian handlebar pada aero bike memang menjadi masalah tersendiri. Giant, seperti halnya pabrikan lain, menggunakan handlebar-stem yang terintegrasi atau menjadi satu kesatuan. Pada umumnya, handlebar dan stem adalah bagian yang saling terpisah dan bisa disetel sesuai keinginan si pengendara.

Lebih jauh lagi, stemnya didesain bisa terintegrasi dengan kabel shifter Shimano, baik Di2 atau shifter mekanis, tergantung pada modelnya, serta sistem kabel rem hidrolisnya. Penampilan di bagian cockpit akan terlihat rapi dan minimalis.

Handlebar aero dan integrasi dari komponen yang terpasang dapat mengurangi hambatan angin secara signifikan. Hanya satu kekurangannya, sistem yang terintagrasi kurang bisa disetel sesuai keinginan si pengendara.

Wheelset dan disc brakes
Propel terbaru dilengkapi dengan rotor 140 mm. Giant menyatakan bahwa rotor berukuran 140 mm mempunyai daya pengereman yang kuat dan tak perlu memakai rotor 160 mm (meskipun pihak Shimano menyarankan untuk menggunakannya). Giant menyatakan mereka tak terlalu khawatir dengan integrasi kaliper disc brakes dan hambatan angin dari kaliper itu, karena angin sudah terlebih dahulu terkena bagian ban, roda (rim) dan fork.

Aero bike yang baru juga dilengkapi dengan wheelset aero juga, SLR 0 dan SLR 1. Kedua seri memiliki tiga varian ketebalan rim, 65 mm, 42 mm dan 30 mm. Propel Advanced Disc keluaran pabrik dilengkapi dengan rim ketebalan 42 mm untuk roda depan, dan 65 mm di roda belakang.

Wheelset SLR 0 65 Disc dilabeli harga US$2.300, atau bisa menggunakan 42 mm atau 30 mm, dengan harga yang US$100 lebih murah. SLR 1 harganya lebih terjangkau, US$1.500 untuk rim 65 mm, dan US$1.400 untuk rim 42 mm dan 30 mm. Perbedaannya adalah SLR o bobotnya lebih ringan 100 gram daripada SLR 1.

Model
Giant Propel Advanced Disc terdiri dari beberapa pilihan model dan kisaran harga, mulai dari US$3.700 hingga yang paling mahal US$11.300. Semakin mahal harganya, semakin ringan pilihan komponen yang terpasang dan semakin aerodinamis.

Giant Propel Advanced Disc, varian terpurah dari seri Proel keluaran terbaru (via Michael Better).

Giant Propel Advanced SLR 0 Disc : US$11.300
Giant Propel Advanced SLR 1 Disc : US$7.000
Giant Propel Advanced Pro Disc : US$5.700
Giant Propel Advanced Disc : US$3.700

(diolah dari www.velonews.com)