Cerita di Balik Lensa : Salam Perpisahan Contador

Salam perpisahan Alberto Contador (via Iri Greco / BrakeThrough Media)

Vuelta a Espana 2017 memang sudah diprediksi akan berakhir epik. Rute yang dilewati benar-benar ‘brutal’, penuh dengan ‘menu’ pegunungan. Tanjakan-tanjakan yang ‘disajikan’ sangat terjal. Etape pembuka di ‘luar negeri’, di Nimes, Prancis, juga merupakan hal yang unik, dan perpindahan lokasi di beberapa etape juga melelahkan. Para fans dan kritikus memprediksi balapan yang penuh emosi. Ya, Vuelta yang baru saja rampung adalah balapan perpisahan Alberto Contador. Banyak pujian bertaburan, dan ‘El Pistolero’ berhasil menembak sasarannya.

Di setiap etape, bintang Trek – Segafredo itu selalu disemangati oleh para fans di sepanjang jalan. Mereka berteriak ‘Campeon’, dan mengharapkannya bisa jadi juara di balapan pamungkasnya, terlebih diadakan di negaranya sendiri. banyak fans yang membuat poster bertuliskan ‘Berto’, sambil menunggu kejutan yang akan dilakukan oleh pembalap pujaannya di balapan terakhirnya. Penampilannya yang agresif dan ‘menyerang’ selalu menarik perhatian banyak wartawan di konferensi pers setelah selesainya etape. Dan semua orang memperkirakan dia akan melakukan perayaan kegembiraannya di lereng Angliru.

Dan memang demikianlah yang terjadi di etape ke-20. Hujan rintik mulai turun sejak balapan baru saja dimulai. Hari itu suhu udara berkisar 20 derajat Celsius, lebih dingin daripada sehari sebelumnya. Angin kencang, bersamaan dengan turunnya hujan, meniup banyak banner dan bendera terkibar dengan kencang. Balapan hari itu pasti membuncah.

Fotografer diharuskan memiliki persiapan yang matang. Sembari mempersiapkan gear, mereka juga dibayangi dengan bagaimana foto yang akan mereka dapatkan, bagaimana momen dan sudut pengambilan gambar yang terbaik, dalam menghadapi etape final yang bisa dipastikan akan sangat epik. Apakah akan memakai lensa wide atau tele? Bagaimana dengan ekspresi emosi, apakah akan dikemas close-up atau suasana secara keseluruhan? Di mana lokasi paling strategis untuk mendapatkan foto, apakah saat di tanjakan atau di tikungan? Bisakah mendapatkan dua atau tiga foto menarik dari satu tempat yang sama? Bagaimana cuaca hari itu? apakah mendung akan semakin gelap? Apakah setelan ISO harus di-lock? Bagaimana jika hujan semakin deras? Etape 20 adalah kesempatan terakhir bagi para fotografer untuk mengabadikan ‘kemenangan terakhir’ Alberto Contador…

Pada akhirnya, salah satu tempat yang dipilih adalah di sudut dalam pada sebuah tikungan hairpin, sekitar 1500 meter menjelang garis finish. Mungkin itu adalah salah satu spot foto terbaik yang terakhir (sebelum finish), meskipun ada lebih banyak fans yang mendukung di jarak yang lebih jauh sebelum finish. Tikungan tajam itu cukup dekat dengan garis finish, sehingga ekspresi para pembalap menuju kemenangan akan lebih terasa. Dengan kemiringan yang cukup terjal dan jalan yang tak terlalu lebar, motor pendukung pasti tak akan melaju dekat dengan pembalapnya.

Alberto Contador adalah sang bintang di hari itu. Foto yang diambil pun tak boleh sembarangan, karena ini adalah balapan terakhirnya, di tanjakan yang legendaris, Angliru, dengan cuaca yang tak mendukung. Dia melewati tikungan itu di sisi luar, dengan kemiringan yang lebih landai daripada sisi dalam. Dan sembari beberapa kali memotret, hal yang diharapkan para fotografer adalah ALberto Contador akan menoleh dan melihat ke arah belakang, ke jalan yang sudah dilewatinya, dan melihat rivalnya di belakang. Dan ternyata benar, dia melakukannya : melihat ke belakang, ke rivalnya yang masih tertinggal…

Ya, inilah salam perpisahan Alberto Contador.

Spesifikasi gear dan teknik pengambilan foto :
Canon 1DX
Canon 16 – 35 f2.8L IS III USM
1/640 detik, f3.2 ISO 400
Focal lenght 35 mm
Format file : RAW
Lokasi di tikungan sisi dalam, sekitar 1500 meter menjelang garis finish

(diolah dari www.velonews.com)