Eurobike : Apa yang menarik di dunia balap sepeda dan cyclocross di tahun 2018?

Ilustrasi via www.bikerumor.com.

Dari gelaran Eurobike 2017 di akhir bulan Agustus yang lalu, bisa diperkirakan tren apa yang akan muncul di dunia persepedaan dunia di tahun 2018 maupun 2019, terutama di road race dan cyclocross…..

• Frame yang lebih ‘mampu’
Tren desain frame yang aerodinamis selama beberapa tahun terakhir masih akan tetap jadi pokok bahasan di tahun depan. Namun tyre clearance yang lebih ‘lega’ dan frame yang lebih nyaman dinaiki menjadi bahan pertimbangan lain. Sebagian besar sepeda balap dapat memakai ban hingga ukuran 28mm, bahkan ada yang bisa 30 mm atau 32 mm. Ukuran tersebut bisa jadi ukuran terbesar yang bisa dipasang di sebuah sepeda balap. Ukuran ban yang lebih besar juga akan menambah kelenturan, sehingga frame pun harus tetap bisa nyaman, seperti fitur vertical flex yang dimiliki frame Argon 18 Krypton, kemampuannya untuk meredam getaran sangat bagus. Segala inovasi tersebut dilakukan agar pengendara bisa melaju lebih cepat dan lebih lama, dengan mengurangi hambatan angin dan desain frame yang tak gampang membuat pegal pengendaranya.

Argon 18 Krypton (via www.bikerumor.com).

• Kabel yang tersembunyi
BMC, KTM dan Ridley telah merilis sepeda balapnya yang memakai disc brakes dan perkabelan yang sepenuhnya melewati bagian dalam frame, serta menggunakan stem dan handlebar yang terintegrasi.

BMC Roadmachine (via www.bikerumor.com).

• Flat mount disc brakes
Flat mount disc brakes menjadi sebuah standard baru di dunia sepeda balap yang memakai disc brakes. Demikian pula di dunia cyclocross.

• 12 mm thru-axle
Sama halnya dengan disc brakes, thru-axle 12 mm jadi ukuran standard untuk roda depan dan belakang, mulai dari road bike besi hingga sepeda cyclocross karbon.

• Disc brakes akan lebih aman dan lebih aero
Tak seperti di dunia sepeda gunung, penggunaan disc brakes di dunia balap sepeda perlu lebih diperhatikan faktor keamanannya. TRed menawarkan karbon pelindung Donchisciotte sebagai solusinya.

Atau, faktor keamanan juga diperhitungkan dari bentuk rotornya? Semua rotor bikinan Campagnolo mempunyai tepian yang lembut tak bersudut, seperti pada produk SRAM dan Hope. Shimano mulai membuat tepian yang tak bersudut pada rotor Dura-Ace R9000. FSA juga membuat desain yang serupa. Apakah kemudian desain tersebut menjadi solusi yang akan disetujui UCI?

Diprediksi bahwa bentuk kaliper dan rotor akan semakin memperhitungkan desain yang aerodinamis.

Ilustrasi via www.bikerumor.com.

• Drivetrain 1x
Sepeda cyclocross telah menggunakannya selama beberapa tahun terakhir. Demikian pula dengan gravel bike. Di masa depan, bukan tak mungkin jika road bike mengadopsi gaya cyclocross, dan menggunakan drivetrain 1 x 11 atau 1 x 12.

• Sepeda cyclocross khusus untuk kompetisi
Gravel bike telah menjadi sepeda multifungsi dan bisa dipakai ke mana saja. Namun masih ada beberapa pabrikan yang tetap mempertahankan produksi sepeda cyclocross-nya yang hanya khusus digunakan untuk kompetisi atau balapan, dan fungsinya tak se-fleksibel gravel bike.

(diolah dari www.bikerumor.com)