Susah Makan Saat Cuaca Panas?

Ilustrasi via Hunter Allen Power Blog.

Tiga macam makanan penuh kalori ini dapat dengan mudah dicerna tubuh saat cuaca bertambah panas.

Memastikan tubuh tetap terpenuhi kebutuhan kalorinya saat perjalanan panjang kadang menyusahkan. Apalagi saat cuaca bertambah panas, biasanya nafsu makan semakin hilang. Di Eropa dan Amerika Serikat baru saja melewatkan musim panas, sedangkan di Indonesia, sebagian besar wilayahnya sedang mengalami musim kemarau. Panas dan kelembaban yang tinggi adalah hambatan bagi para petualang sepeda yang ingin menjelajah jalanan. Semakin lama tubuh kita bergerak, semakin banyak keringat yang keluar, semakin tubuh bekerja keras, maka semakin banyak pula kalori yang dibutuhkan untuk menggantinya.

Tentang tips untuk mencegah dehidrasi, memang sudah pernah dibahas jauh sebelum artikel ini muncul. Namun bagaimana untuk ‘memberi makan’ otot yang terus digunakan bergerak dan organ vital lainnya di dalam tubuh agar tetap berfungsi dengan baik? Hidrasi atau konsumsi cairan yang cukup memang penting, namun tidak mungkin kita hanya akan mengandalkan minum cairan elektrolit selama lima atau enam jam bersepeda. Cuaca panas dapat menghilangkan rasa atau nafsu untuk makan, karena kalah dengan keinginan untuk minum dan menghilangkan haus.

Minum air yang cukup dan asupan nutrisi yang imbang adalah kombinasi yang lebih bagus (selain hanya mencegah dehidrasi). Namun makanan apa yang akan terasa nikmat di saat cuaca sedang panas-panasnya, bahkan rasa haus jauh lebih menyiksa? Jawaban yang paling mudah adalah : Personal, atau kesukaan tiap-tiap orang mungkin akan berbeda. Mencoba beberapa macam makanan yang paling cocok dinikmati saat cuaca panas bisa jadi solusinya. Beberapa makanan berikut ini mungkin bisa saja dicoba saat bersepeda besok di hari Minggu…..

Peertama adalah pisang. Taruhan : Tak ada pesepeda yang tak mengenal pisang di menu makanan atau camilan mereka, baik buah matang atau direbus. Pisang adalah sumber zat mangan, vitamin C, potassium (elektrolit) dan serat. Pisang juga memiliki indeks glikemik rendah (51), yang artinya pisang akan melepaskan energinya secara perlahan ke dalam aliran darah, sehingga optimal sebagai bekal di perjalanan bersepeda yang jauh dan panjang. Satu hal yang menyenangkan dari buah pisang : pisang adalah buah yang basah, mengandung cukup banyak air, sehingga bisa dimakan dengan segera atau sambil dinikmati perlahan-lahan. Satu lagi, pisang dapat dengan mudah ditemui di mana saja.

Ilustrasi via bicycletimesmag.com.

Ubi manis juga adalah pilihan yang cocok. Kandungan nutrisi yang paling banyak adalah karbohidrat, namun ubi manis memiliki kandungan nutrisi lain yang lebih beragam daripada nasi. Ubi manis juga mudah dicerna dan teksturnya lembut, sepertinya cocok sebagai menu makanan bayi. Sama seperti pisang, ubi manis juga sumber serat dan potassium. Ubi manis bisa diolah dengan direbus, dikukus, atau dipanggang. Bisa juga dikombinasikan dengan selai kacang atau selai manisan lainnya, atau sesuai selera kita.

Ilustrasi via bicycletimesmag.com.

Nah, yang ketiga adalah kurma, buah yang paling terkenal saat bulan Ramadhan. Meskipun bukan dalam bulan Puasa, kurma masih dapat dengan mudah ditemui di beberapa minimarket, yang sudah terbungkus rapi dalam kemasan. Rasanya yang manis, banyak mengandung karbohidrat, gula dan serat. Meskipun wujudnya terlihat keriput dan kurang menarik, kurma adalah sumber banyak mineral penting, seperti kalsium, zat besi, magnesium, potassium, fosfor, sodium dan zinc. Kecil, namun mengandung banyak nutrisi penting bagi tubuh…..

Ilustrasi via bicycletimesmag.com.

Tiga macam makanan atau camilan tadi bisa jadi pilihan yang alami dan menyehatkan untuk menemani perjalanan yang panjang. Satu hal yang perlu diingat adalah buah-buahan, sayuran dan makanan yang belum diproses memiliki kandungan air yang jauh lebih banyak daripada yang sudah mengalami proses lebih lanjut..

Mau dicoba? Nikmati…..

(diolah dari bicycletimesmag.com)