Line-Up Pembalap Team Sky yang ‘Mengerikan’

Marco Pinotti, otak di balik kesuksesan tim BMC (via Tim de Waele / TDWsport.com).

Team Time Trial (TTT) di Kejuaraan Dunia Balap Sepeda di Bergen di akhir minggu ini diprediksi akan jadi arena persaingan yang ketat antara beberapa tim WorldTour besar. Team Sky difavoritkan akan menjadi juara untuk pertama kalinya, karena didukung oleh pembalap-pembalap yang jadi unggulan; Chris Froome yang baru saja menjuarai Vuelta, Geraint Thomas, serta mantan juara individual time trial Vasil Kiryienka.

Team Sky, BMC, Quick-Step Floors, Orica – Scott, LottoNL – Jumbo dan Sunweb menjadi tim-tim yang diunggulkan, dari 17 tim yang akan ikut berlaga di rute berjarak 42,5 km, dari Pulau Ravnanger menuju pusat kota Bergen.

Marco Pinotti adalah otak di balik layar tim BMC untuk mencoba meraih gelar Kejuaraan Dunia mendatang. Pembalap asal Italia yang beberapa kali meraih gelar juara nasional time trial Italia memiliki pendekatan tersendiri secara ilmiah, sehingga BmC berhasil memenangi lima medali dari enam edisi team time trial yang pertama kali diperkenalkan di tahun 2012.

Team Sky hanya pernah sekali mendapatkan medali perunggu, di Firenze tahun 2013, namun Marco Pinotti khawatir dengan kekuatan yang dimiliki Team Sky di tahun ini. Team Sky telah memilih Chris Froome, Geraint Thomas, Vasil Kiryienka, ditambah lagi dengan Gianni Moscon dan Michal Kwiatkowski, masing-masing adalah juara nasional time trial di Italia dan Polandia, serta Owain Doull, yang meraih medali emas di balapan track di Olimpiade Rio.

“Jika Team Sky tak bisa menang, mereka pasti gusar, bahkan mungkin marah. Karena di atas kertas, tim mereka adalah tim terkuat saat ini,” ujar Marco Pinotti seraya kagum. “Mereka punya Chris Froome dan Gianni Moscon, yang prestasinya bagus di Vuelta. Ditambah lagi dengan kembalinya Geraint Thomas dari cedera.”

Marco memang mengagumi kekuatan Team Sky. Namun BMC dapat mengandalkan Rohan Dennis, Silvan Dilier, Stefan Kueng, Daniel Oss, juara nasional road race Australia, Miles Scotson, dan Tejay van Garderen. Tejay mendapat panggilan terakhir, setelah menggantikan Manuel Quinziato, setelah pembalap Italia itu memilih untuk tidak berlaga di Bergen.

Marco Pinotti tahu bahwa kombinasi kekuatan dari enam pembalap itu yang akan membuat perbedaan dan menentukan hasil di team time trial.

Diprediksi para pembalap akan mendapat hambatan angin kencang di hari Sabtu, namun sebaliknya, di hari Minggu, angin akan jadi ‘kawan’ yang mendukung kayuhan para pembalap.

“Balapan tahun ini adalah balapan yang sangat terbuka, bukan hanya persaingan antara BMC dengan Quick-Step Floors saja. Kurasa Sunweb, Team Sky dan LottoNL – Jumbo juga akan bersaing memperebutkan medali. Rute tanjakan yang ada di tahun ini membuat kondisi sedikit sulit untuk team time trial dibandingkan tahun lalu, namun tetap saja rute yang dibuat akan menjadi lintasan yang sangat cepat, dan kecepatan rata-rata tetap di atas 50 km/jam. Kayuhan tetap bisa maksimal saat melewati jalanan yang rolling, namun tetap penting untuk menyeimbangkannya dengan ritme kayuhan.

Hanya BMC dan Quick-Step Floors yang pernah menjadi juara. Marco Pinotti menolak untuk menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan BMC bisa menyamai gelar Quick-Step Floors. Namun Marco tetap percaya diri bahwa timnya dapat bersaing dan memperebutkan posisi podium.

“Jika disuruh bertaruh, aku akan menjagokan Sunweb. Mereka berprestasi bagus di TTT saat Vuelta, dan mereka mengistirahatkan dua pembalapnya (Sam Oomen dan Lennard Kamna), khusus dipersiapkan untuk menghadapi ajang ini. Begitu juga dengan Tom Dumoulin, dia tidak berlaga di Vuelta, dan dia sangat siap untuk Kejuaraan Dunia ini,” pungkas Marco Pinotti.

(diolah dari www.cyclngnews.com)