5 Alasan Kenapa Terpapar Sinar Matahari bisa Membikin Lelah

Panas dan dehidrasi (via www.bicycling.com).

Sinar matahari di pagi hari terasa hangat dan memberikan manfaat, yaitu tambahan vitamin D bagi tubuh, waktu yang ideal untuk berkegiatan di luar rumah. Namun jika terlalu lama, bisa juga menyebabkan kulit gosong atau sunburn, dan bahkan akan terasa lebih enak untuk berteduh dan tidur.

Kita tahu jika terlalu lama kepanasan bisa menyebabkan kulit makin menghitam. namun apa yang menyebabkan tubuh terasa semakin lelah?

Ada banyak alasan yang membuat saat siang hari lebih enak malas-malasan duduk di sofa daripada berkegiatan fisik. Sebagian alasannya memang biologis, dan sebagian lainnya lebih mudah dikontrol.

Apa yang menyebabkan siang hari terasa enak untuk tidur-tiduran? Dan bagaimana cara membuat semangat kembali membuncah? Berikut ini alasan dan tipsnya…..

• Dehidrasi
“Saat panas, contohnya saat panas matahari ‘menyentuh’ punggung saat bersepeda, tubuh kita akan berkeringat lebih banyak, membuat tubuh kehilangan air dan elektrolit lebih cepat daripada biasanya,” ujar Sogol Javaheri, M.D., seorang dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Brigham di Boston.

Jika dibiarkan, maka akan mengalami dehidrasi dan membuat badan semakin lelah. Alasannya karena dehidrasi membuat darah semakin kental, yang membuat jantung bekerja lebih keras dan memompa darah lebih cepat untuk mengalirkannya ke seluruh tubuh.

Solusinya gampang, minum; namun hindari minuman yang mengandung kafein dan alkohol, karena malah akan membuat dehidrasi lebih parah.

Namun air saja tak cukup. Setidaknya, kita masih harus ngemil snack yang berasa asin, atau sport drinks yang mengandung sodium. Sodium berperan penting dalam regulasi keseimbangan cairan di dalam tubuh.

Lalu, bagaimana cara mengetahui kekurangan atau cukup minum? Tak ada hitungan yang pasti. Tapi ada satu cara mudah yang bisa dijadikan indikasi. Pastikan saja air kencing berwarna kuning cerah dan tidak berwarna pekat.

• Kerja tubuh jadi lebih berat
Bukan hanya keringat yang terus keluar, yang menyebabkan badan mudah capek saat kepanasan. Melissa Levin, M.D., dermatologis dari Marmur Medical di New York mengatakan bahwa panas dari lingkungan juga akan meningkatkan panas di dalam tubuh.

“Tubuh akan terus ‘bekerja’, entah saat itu dingin atau panas di lingkungan sekitar, untuk menjaga temperatur tubuh di sekitar 37 derajat Celsius. Saat temperatur di lingkungan sekitar semakin panas, maka kerja tubuh pun semakin berat untuk menjaga suhu tubuh terjaga,” ujar Dr. Javaheri. “Melelahkan, karena akan memakan banyak tenaga dan meningkatkan metabolisme tubuh.”

Bagaimana cara agar suhu tubuh tetap terjaga, dan tubuh tak harus menghabiskan banyak energi untuk melakukannya?

“Radiasi ultraviolet paling kuat terjadi antara pukul 10 hingga 15,” ujar Melissa Levin. “Jadi kurangi kegiatan di luar ruangan saat jam-jam tersebut. Jika memang harus beraktivitas di luar ruangan, jika ada kesempatan dan memungkinkan, perbanyaklah waktu di tempat yang teduh dan terlindung.”

• Tubuh yang kepanasan
Meskipun sudah mengoleskan sunblock atau tabir surya, tetap saja nanti bagian tubuh yang terkena sinar matahari akan berwarna lebih gelap daripada yang tertutup pakaian. Paling parah, kulit bisa mengalami sunburn atau gosong.

Selain terasa seperti digigit semut, dalam istilah Jawa, clekat-clekit, sunburn juga bisa membuat tubuh kecapaian. Kenapa? Karena sunburn adalah tanda bahwa tubuh kita sudah terlalu lama terkena sinar matahari, dan makin lama juga akan membuat suhu tubuh meningkat.

Batas hitam, di lengan dan di paha (via totalwomenscycling.com).

• Bekerja lebih banyak daripada biasanya
Tentu saja ada alasan kita menghabiskan waktu di luar ruangan, dan biasanya kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan yang lebih aktif daripada di dalam ruang : jogging, bersepeda atau berenang.

“Saat tubuh aktif, tubuh akan menghasilkan lebih banyak senyawa kimia yang dikenal dengan adenosin, yang membuat tubuh lelah,” ujar Christopher Winter, M.D., ahli masalah tidur dari Men’s Health.

• Alamiah
Berada di luar ruangan seharian memang secara alamiah akan membuat tubuh lelah. Itulah kenapa orang yang sedang mendaki gunung, dan pergi kemping, biasanya sudah mulai mengantuk dan tidur di antara jam 8 atau 9 malam.

“Kondisi terpapar sinar matahari akan menekan hormon melatonin (hormon pemicu tidur), dan saat matahari mulai tenggelam, tubuh mulai memproduksi melatonin,” jelas Christopher Winter. Efek tersebut akan lebih terasa saat berkegiatan di luar ruangan daripada menghabiskan waktu siang hari dengan kegiatan di dalam ruangan kantor.

(diolah dari www.bicycling.com)