Apa yang sebaiknya dilakukan dengan data perjalanan bersepeda?

Ilustrasi via Bikerumor.

Pesepeda secara tidak langsung menciptakan data perjalanan bersepeda menggunakan Strava atau Endomondo, atau gawai pintar lainnya seperti Garmin, dan data tersebut terkumpul dengan cara yang beragam dan tersimpan di tempat yang berbeda-beda.

Salah satu pertanyaan yang muncul di Smarter Cycling Conference, yang didukung oleh European Cyclists Federation (ECF / Federasi Pesepeda Eropa) satu hari sebelum dimulainya Eurobike dua minggu yang lalu, adalah bagaimana menemukan cara terbaik untuk mengkombinasikan data tersebut agar bisa digunakan oleh semua orang menggunakan aplikasi yang berbeda-beda.

Para pesepeda yang menggunakan aplikasi bersepeda bisa mendapatkan manfaatnya, seperti rute yang dilewati para pekerja komuting sehari-hari, rute baru yang belum pernah dilewati, dan pihak pemerintah atau yang berwenang mengambil kebijakan dapat memanfaatkan data tersebut untuk mengembangkan infrastruktur yang mendukung tren dan kebiasaan bersepeda masyarakatnya.

James Gleave, direktur dari Transport Future, yang menjadi moderator sesi ‘Integrasi Pintar untuk Para Pengguna Aplikasi’, percaya bahwa masalahnya adalah adanya beberapa perusahaan atau pihak yang mengumpulkan data kegiatan bersepeda, namun standardisasi data yang harus dikoleksi masih rendah, dan tak ada forum lanjutan untuk membahas kegunaan data yang telah terkumpul.

“Segala sesuatunya memang telah terhubung secara daring, namun apa yang bisa dilakukan kemudian dengan banyaknya data itu?” tanya James Gleave.

“Setiap pesepeda pasti punya rasa ingin tahu, ke mana pesepeda lain pergi bersepeda dan menghabiskan akhir minggunya, namun kita sebelumnya hars mencari tahu siapa yang mempunyai data tersebut,” ujar Tom Acland, salah satu pendiri COBI, sebuah sistem operasi yang digunakan pada e-bike. Tom berharap untuk bisa lebih ada keterbukaan tentang kepemilikan data dan bagaimana kemudian data itu digunakan.

Banyak komunitas sepeda yang ingin segera mengetahui dan mendapatkan standard yang pasti tentang data yang terkumpul dan kegunaan data tersebut. Permasalahan tentang standardisasi data tersebut kemungkinan besar akan menjadi bahasan di Kongres Intelligent Transport System di Kopenhagen, Denmark, tahun depan.

(diolah dari www.bicycleretailer.com)