Medali Pertama Kejuaraan Dunia untuk Primoz Roglic

Primoz Roglic (via Tim de Waele / TDWsport.com).

Primoz Roglic membuat sejarah untuk Slovenia di ajang time trial dalam Kejuaraan Dunia Balap Sepeda UCI, saat pembalap sepeda berusia 27 tahun itu berhasil meraih medali perak. Sepuluh tahun yang lalu, Primoz Roglic ikut ambil bagian dalam kejuaraan dunia ski es junior, dan memenangkan medali emas. Medali yang didapatnya di Bergen kali ini tentu saja adalah sebuah prestasi yang lebih baik baginya, yang menunjukkan bahwa kepindahannya dari ski es ke dunia balap sepeda adalah sebuah keputusan yang tepat.

Primoz Roglic sangat menikmati penampilannya di musim 2017 ini, setelah setahun sebelumnya juga mencatatkan prestasi yang cukup baik, dengan memenangi satu etape di Giro d’Italia. Tahun ini, Primoz telah memenangi Volta ao Algarve, posisi keempat di Tirreno – Adriatico, memenagni time trial di Vuelta al Pais Vasco dan Tour de Romandie, serta memenangi prolog Ster ZLM. Di Tour de France, dia juga berhasil mengantongi kemenangan di satu etape, di debutnya di balapan Grand Tour itu.

Dengan pembalap yang difavoritkan sebelumnya di time trial adalah Tom Dumoulin dan Chris Froome, Primoz menjadi kuda hitam yang mengejutkan banyak orang.

Di Kejuaraan Dunia tahun lalu di Doha, Qatar, Primoz hanya menempati urutan ke-24. Primoz menjelaskan bahwa karakter rute yang dilewati di tahun ini sangat cocok dengan kebiasaannya, sehingga dia pun berani menargetkan untuk meraih podium.

“Bagiku, setiap ajang balapan adalah tantangan, sejak awal musim ini. Kali ini, aku sangat menyukai rute yang dilewati, dan kurasa aku terbiasa dengan hal itu, sehingga kupikir ini adalah kesempatan yang sangat baik buatku,” ujarnya.

Diakhiri dengan jarak 3,4 km tanjakan menuju Mount Floyen, beberapa pembalap berdepat mengenai manfaat atau keuntungan dari pergantian sepeda yang dilakukan saat akan mengakhiri balapan di tanjakan tersebut, untuk memastikan tetap bisa mengayuh dan melaju secepat mungkin. Keputusan Primoz untuk berganti sepeda terbayar lunas setelah berhasil mencatatkan waktu tercepat selama melewati tanjakan 3,4 km itu, namun Primoz mengakui bahwa Tom Dumoulin adalah pembalap yang sangat sulit dikalahkan, meskipun tak melakukan pergantian sepeda.

“Kenapa tidak? Sudah sejak dua hari sebelumnya kami berlatih untu berganti sepeda. Dan pada saat balapan, kami melakukannya dan berhasil dengan mulus. Aku datang ke sini dan ingin menang. Namun Tom memang tangguh. Selamat untuknya,” kata Primoz di salah satu sesi wawancara.

Medali perak Kejuaraan Dunia kali ini adalah capaian terbaik Primoz saat ini. Di Kejuaraan Dunia tahun depan, diprediksi juga akan melewati rute yang naik-turun, dan bagi Primoz, keinginannya akan jauh lebih banyak daripada capaiannya saat ini, terutama di disiplin time trial.

“Sejak awal musim ini, Kejuaraan Dunia adalah target utamaku. Aku tahu bahwa balapannya akan sangat cocok dengan ritme dan gaya bersepedaku. Sangat menyenangkan, akhirnya bisa satu podium dengan para penantang di general classification musim ini,” pungkasnya.

(diolah dari www.cyclingnews.com)