7 Tanda Gula Darah yang Terlalu Tinggi

Ilustrasi via Getty Images.

Mungkin ini akan jadi sebuah statistik yang menakutkan : Lebih dari 5 juta pria di Amerika Serikat mengidap diabetes – kondisi di mana kadar gula darah terlalu tinggi – namun sekitar seperempatnya bahkan tak menyadari jika mereka mengidap penyakit tersebut, berdasarkan data dari Center for Disease Control and Prevention (CDC / Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit).

Hal itu adalah berita buruk. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat memicu komplikasi yang serius, seperti penyakit jantung, gangguan ginjal, penyakit saraf dan kehilangan penglihatan.

Salah satu alasan kenapa orang seperti membiarkan penyakit tersebut adalah gejalanya yang tak kentara, namun lama kelamaan semakin jelas, menurut pendapat Joel Fuhrman, M.D., pengarang buku The End of Diabetes.

Berikut ini adalah 7 tanda yang menunjukkan kemungkinan kadar gula darah sudah terlalu tinggi…..

• Terlalu sering buang air kecil
Seringnya buang air kecil menjadi penanda yang lumrah, yang menunjukkan kadar gula darah sudah tak terkontrol.

“Saat terdapat terlalu banyak glukosa, atau gula, di dalam aliran darah, ginjal akan mencoba membuang gula yang berlebih melalui air kencing,” jelas Dr. Joel.

Hasilnya, frekuensi buang air kecil akan lebih sering, bahkan hingga di tengah malam. Karena ada banyak cairan yang dibuang melalui air kencing, maka tubuh akan kekurangan cairan dan mulai merasa haus, mungkin juga bibir akan terasa lebih kering daripada biasanya.

• Haus berlebihan
Buang air kecil yang lebih sering, artinya tubuh lebih cepat kehilangan cairannya, yang jika dibiarkan dapat mengakibatkan dehidrasi.

Hal itu akan menyebabkan mulut merasa sangat haus, bahkan jika konsumsi air minum sudah seperti biasanya. Dan, karena minum yang lebih banyak, tentu saja akan menyebabkan buang air kecil yang lebih sering.

• Mudah lelah
“Mudah lelah adalah salah satu ciri dari dehidrasi. Jadi, saat kita merasa terlalu sering buang air kecil dan sangat haus, bisa dipastikan tubuh akan terasa lemas,” ujar Elizabeth Halprin, M.D., direktur di klinik Joslin Diabetes Center, Boston.

Bahkan, meskipun sudah tidur dan istirahat pada jam yang biasanya, dan dengan waktu yang cukup, rasa lelah itu akan selalu terasa. Buang air kecil di tengah malam juga akan mengganggu kualitas tidur. Akibatnya, bangun di pagi hari tetap akan merasa lesu.

Ilustrasi via Getty Images.

• Pandangan kabur
Bagian makula pada mata adalah lensa kecil yang bertanggungjawab untuk membentuk pandangan yang jernih, tajam dan fokus. Namun, saat kadar gula darah terlalu tinggi, cairan dapat meresap masuk ke dalam lensa mata dan mengaburkan pandangan.

Masuknya cairan ke dalam lensa mata akan mengubah bentuk lensa, sehingga lensa mata tak akan bisa bekerja dengan semestinya. Saat hal itu terjadi, pandangan mata akan kabur, bahkan setelah memakai kacamata ataupun lensa kontak.

• Gusi berdarah
Normalnya, tubuh akan melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri di dalam mulut. “Namun kadar gula yang lebih tinggi dalam darah membuat mulut menjadi tempat yang lebih bersahabat bagi bakteri penyuka gula, dan akan menurunkan kemampuan proteksi alami mulut,” ujar Dr. Elizabeth. Tak jarang jika kemudian akan lebih mudah timbul luka tipis saat menyikat gigi.

• Timbul semacam luka aneh di kulit
“Kadar gula darah yang terlalu tinggi dapat merusak pembuluh darah, termasuk pembuluh darah terkecil yang terletak tepat di bawah permukaan kulit,” ujar Dr. Joel. Kerusakan tersebut dapat menjadi luka tipis yang terlihat seperti sisik yang berwarna coklat kemerahan, terutama di kaki bagian bawah. Luka tersebut biasanya akan terasa gatal.

Ilustrasi via Getty Images.

• Apa yang harus dilakukan saat mendapati gejala diabetes?
Saat merasakan sangat haus atau mudah lelah dalam satu atau dua hari, mungkin hal tersebut masih bisa diatasi. Namun, jika gejala tersebut terjadi lebih dari dua hari, atau juga dibarengi dengan gejala lainnya, maka sebaiknya segera diperiksakan ke dokter. “Tanda-tanda tersebut tentu saja kemungkinan diabetes, dan kamu harus segera memeriksakannya ke dokter, secepatnya,” kata Dr. Elizabeth.

Dokter akan melakukan cek darah untuk mengetahui kadar gula darah. Jika terlalu tinggi, maka sang dokter akan memberikan resep untuk mengontrol kadar gula darah. Namun perubahan gaya hidup juga bisa memberikan dampak yang nyata. “Konsumsi makanan yang menyehatkan, dengan lebih banyak makan sayur dan buah, yang mengandung gula lebih rendah, bisa menjadi solusi untuk mencegah pra-diabetes atau mengurangi diabetes,” ujar Dr. Joel Fuhrman.

(diolah dari www.bicycling.com)