Apakah Tes Darah Bisa Mendeteksi Kanker?

Ilustrasi via Getty Images.

Salah satu bagian yang paling sulit untuk mendiagnosa seseorang memiliki kanker adalah mengetahuinya sedini mungkin, agar bisa mengatasinya dengan efektif. Kini, para peneliti dari Johns Hopkins Kimmel Cancer Center mempunyai solusi baru yang simpel, yang mungkin dapat digunakan untuk mengetahui gejala yang ada sebelum kanker tersebut mulai menyebar : tes darah.

Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam Science Translational Medicine, peneliti mengetes screening test yang dapat dilakukan pada orang yang terlihat sehat. Mereka melakukannya dengan menganalisa sampel darah dari 200 pasien yang mengidap kanker payudara,paru-paru, rahim dan usus besar, yang mengalami mutasi pada 60 gen yang terkait dengan beberapa jenis kanker.

“Tantangannya adalah untuk mengembangkan metode tes darah yang bisa memprediksi kemungkinan adanya penyakit kanker tanpa mengetahui adanya mutasi pada kanker atau tumor yang diidap,” ujar Victor Velculescu, M.D., Ph.D., profesor onkologi di Johns Hopkins Kimmel Cancer Center dalam sebuah press release.

Dan, saat mereka melakukan tes tersebut pada orang yang positif mengidap kanker, secara akurat bisa mengidentifikasi 62 persen dari para pasien mengidap kanker di stadium 1 dan stadium 2.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa mengidentifikasi kaner dengan perubahan DNA awal memungkinkan dan metode sequence kami yang berakurasi tinggi adalah pendekatan yang menjanjikan untuk menuju tujuan yang ingin dicapai,” tambah Dr. Victor.

Dari 42 orang yang mengidap kanker usus besar, peneliti dapat memprediksi dengan tepat empat dari delapan orang yang mengidap kanker pada stadium 1, dan 89 persen penderita stadium 2 dengan tes darah tersebut.

Capaian tersebut luar biasa, karena pada umumnya kanker usus besar dan kanker paru-paru tak memili gejala apapun pada masa stadium awal, namun menjadi tiga kanker teratas yang merenggut nyawa penduduk Amerika Serikat setiap tahunnya, berdasarkan data dari American Cancer Society.

Saat para peneliti melakukan tes pada orang yang sehat alias tak mengidap kanker, mereka tak menemukan mutasi DNA pada sampel darah yang diambil.

Meskipun hasil penelitian tersebut menggembirakan, namun perlu dilakukan pengembangan metode yang lebih jauh lagi, dan melakukan tes yang lebih beragam pada lebih banyak orang. Namun tetap saja metode tersebut menjadi salah satu cara yang menjanjikan untuk mengidentifikasi kanker sebelum penyakit tersebut menyebar parah.

(diolah dari www.bicycling.com)