Suplemen Makanan, Baik atau Buruk?

Ilustrasi via Thinkstock / Lifestyle Kompas.

Empat puluh persen warga Amerika Serikat setidaknya selalu mengkonsumsi satu suplemen vitamin dan mineral setiap harinya. Menyehatkan? Beberapa orang yang memiliki gaya hidup yang aktif bahkan mengkonsumsi sedikit lebih banyak, baik dosis ataupun jenisnya, dengan harapan agar tubuh selalu dalam kondisi bugar dan sehat. Namun, jika memang belum secara rutin mengkonsumsi suplemen, mungkin inilah saatnya untuk me-review hubungan dengan suplemen vitamin dan mineral. Penelitian baru-baru ini menunjukkan dari beberapa kasus, bahwa suplemen tidak meningkatkan performa fisik, bahkan tak jarang malah menghalangi performa maksimal yang seharusnya bisa dilakukan oleh tubuh.

Pada tahun 2013, sebuah review besar-besaran terhadap 27 penelitian yang melibatkan lebih dari 400 ribu orang menemukan bahwa multivitamin atau suplemen vitamin tunggal (vitamin C, vitamin B kompleks, dan lain-lainnya) tidak memiliki dampak atau efek positif untuk kemudian bisa mencegah penyakit jantung, kanker atau menurunkan risiko kematian dini.

Yang paling baru, penelitian yang diterbitkan di Journal of Clinical Oncology bulan ini, menemukan bahwa pria yang mengkonsumsi suplemen vitamin B6 dan B12 memiliki risiko dua kali lipat terkena kanker paru-paru daripada pria yang tak mengkonsumsinya.

Bukan berarti bahwa mengkonsumsi suplemen dapat menyebabkan kematian, namun suplemen bisa saja harganya sangat mahal, dan bukan bersifat seperti asuransi kesehatan, yang menjamin kesehatan selalu terjaga.

“Suplemen berguna untuk memperbaiki defisiensi atau kekurangan zat tertentu,” ujar Leslie Bonci, seorang ahli gizi di perusahaan Active Eating Advice, sekaligus juga pengarang buku Bike Your Butt Off. “Terlalu banyak mengkonsumsi suplemen mungkin tak akan berdampak pada kesehatan, namun tentu saja akan menguras dompet, jika harganya mahal.”

Makanan atau minuman energi memang dihasilkan dari penelitian dan pengembangan yang memenuhi mutu yang baik. Sebagian besar mengandung tambahan antioksidan atau vitamin dan mineral. Energy bar, energy drinks, atau energy gel bisa saja disebut bukan suplemen. Namun, terlalu banyak konsumsi zat yang bagus bagi tubuh bisa saja menjadi hal yang buruk. Jadi, ada baiknya kita selalu membaca label yang tertera pada setiap produk makanan atau minuman. Jauh lebih baik lagi jika kita mau memperbanyak dan memperkaya konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan, sehingga tubuh akan mendapatkan nutrisi alami tanpa olahan, langsung dari sumbernya.

(diolah dari www.bicycling.com)