Dilema Booming Sepeda Listrik di China

Kendaraan listrik berkembang sangat pesat di China. Dalam catatan World Economic Forum (WEF), penjualan mobil listrik di China telah melampaui Amerika Serikat (AS).

Pada bulan April 2018, sebanyak 20.000 mobil listrik terjual di AS, sedangkan di China tercatat 70.000 unit. Masih menurut data WEF, sebanyak 99% pengoperasian bus listrik di seluruh dunia saat ini berada di Negeri Tirai Bambu.

Selain mobil pribadi dan bus umum berpenggerak listrik, China juga mencatat perkembangan luar biasa untuk penggunaan sepeda listrik (electric bike).

China Daily menyebut, setidaknya ada 200 juta unit peredaran electric bike (e-bike) di China saat ini. Dari pantauan goowes.co saat berkunjung ke beberapa kota di China, keberadaan sepeda listrik sangat dominan untuk menunjang keseharian warga lokal. Mulai dari petugas kepolisian, pegawai food delivery dan pengantar paket, hingga petugas kebersihan dan Pedagang Kali Lima (PKL) memakai sepeda berbasis energi listrik untuk mendukung aktivitas mereka. Selain itu, warga asing juga terbantu dengan kehadiran e-bike.

Kabir, mahasiswa S3 asal Bangladesh di Kota Xiamen, mengaku telah 4 tahun memiliki dan menggunakan sepeda listrik.

“Saya sudah menggunakan sepeda listrik sejak tahun 2014. Alasan penggunaan karena di Kota Xiamen (Provinsi Fujian), sepeda motor dilarang beroperasi,” ujar Kabir kepada kontributor goowes.co di China, Rabu (6/6).

Selain larangan pengoperasian sepeda motor di Kota Xiamen, Provinsi Fujian, Kabir mengaku, kemudahan pengoperasian dan perawatan electric bike juga menjadi pertimbangan. Ia hanya perlu melakukan pengisian ulang baterai setiap 1 minggu sekali.

“Saat masih baru, charging baterai setiap 1 minggu sekali. Saat ini, saya melakukan pengecasan setiap 3-4 hari. Lama pengecasan 4 jam,” tuturnya.

Ia juga tak pernah mengalami persoalan teknis terhadap sepeda listrik miliknya. Sepeda listrik, lanjut Kabir, juga bebas dari jadwal perawatan rutin seperti yang umum terjadi pada kendaraan bermotor. Dari sisi harga, sepeda listrik keluaran terbaru masih terjangkau.

“Saya beli sepeda baru RMB 1.700 (setara Rp 3,4 juta). Harganya masih terjangkau,” tambahnya.

Beijing Akan Atur Pengoperasian Sepeda Listrik

Keberadaan sepeda listrik juga menimbulkan dilema. Minimnya kesadaran berlalu lintas, parkir di sembarang lokasi, hingga standar keselamatan menjadi persoalan yang ditimbulkan dari booming sepeda listrik.

Pemerintah China di Beijing berencana mengeluarkan aturan penggunaan sepeda listrik. Populasi sepeda yang tembus 200 juta unit menuntut pemerintah mengatur surat izin mengemudi dan nomor pelat untuk sepeda listrik.

Seperti ditulis China Daily, kecepatan sepeda listrik juga akan dibatasi menjadi 15 kilometer per jam. Aturan pengecasan kendaraan juga akan diatur untuk pertimbangan keselamatan.

Untuk peraturan di jalan raya, Pemerintah China akan mengeluarkan aturan baru. Denda maksimal RMB 30.000 akan diberikan kepada pengguna sepeda listrik yang melanggar aturan lalu lintas. Sementara, denda antara RMB 20 sampai RMB 50 akan diberikan bila melanggar ketentuan parkir.

Pemerintah China, melalui Ministry of Emergency Management, juga baru-baru ini memperketat standar keselamatan produksi e-bike. Produsen sepeda listrik diminta memenuhi standar keselamatan. Alasannya, sepeda listrik disebut sebagai pemicu 10.000 kasus kebakaran di China selama periode 2013-2017.